I don't have any idea, where this kind of football comes from. For Indonesia people, the Independence Day should be celebrated cheerfully. No wonder, before and after that day, we find a lot of traditional games that aim to entertain people and to recall the past moment. Like this football, I barely call as a common football where people used to play with official rules, but this is not the football that we use to see. It is called "Bola Dangdut" or "Dangdut Football." Hearing about "dangdut" it is more intense to the music of Indonesia. Indeed, the players are commanded by music, I mean the players must stop kicking the ball when the music play, and they must all dance in the field and when the music stop, they should stop making any motion. Interestingly, the players wear sarong instead of official jersey.
Saya tidak tahu, ketika hiburan sepak bola semacam ini dimulai dan dari mana asalnya. Bagi orang Indonesia, Hari Kemerdekaan harus dirayakan dengan riang gembira. Tidak heran, sebelum dan sesudah hari itu, kita bisa menemukan banyak variasi permainan yang bertujuan untuk menghibur orang. Seperti sepakbola ini, sebetulnya saya hampir tidak menyebut sepakbola seperti pada umumnya, dimana dalam permainan bola resmi menerapkan peraturan resmi pula, tetapi ini bukan sepakbola yang sering kita. Ini disebut "Bola Dangdut" atau "Dangdut Football." Mendengar tentang "dangdut" itu lebih intens ke musik Indonesia. Memang, para pemain diperintahkan oleh musik, maksud saya para pemain harus berhenti menendang bola ketika musik diputar, dan mereka semua harus menari di lapangan dan ketika musik berhenti, mereka harus berhenti pada gerakan terakhir. Menariknya, mereka semua mengenakan sarung daripada jersey resmit.
When they are dancing, person from outside come to disturb while standing still. The audience came to paint their face and put some powder on their head. The players are not allowed to make any motion.
Ketika mereka menari, orang dari luar datang untuk mengganggu ketika mereka tidak bergerak. Penonton datang untuk melukis wajah mereka dan menaruh bubuk di kepala mereka. Para pemain tidak diizinkan melakukan gerakan apa pun.
The music on, the players are dancing following the Dangdut beats. They are dancing until the music stop, in second time.
Musik berlanjut, para pemain menari mengikuti irama Dangdut. Mereka menari sampai musik berhenti, di kedua kalinya.
If the music stop again, they go back to play football just like normal football, but it does not take too long until the music play again.
Ketika musik berhenti lagi, mereka kembali bermain sepakbola seperti sepakbola normal, tetapi tidak perlu waktu lama sampai musik dimainkan lagi.
LOL! When they are dancing, people start to laugh out. They were really entertained by their action, especiall when we see their faces are made up from powder, paint and when they danced, they were like zombie. It was a good time for people to cheer themselves watching this such activity that was done by some young people. Wearing Sarong is a kind of rule that should be obeyed by the players. What a funny football!
LOL! Ketika mereka menari, orang mulai tertawa lepas dari beban. Mereka benar-benar terhibur plus ketika kami melihat wajah mereka di rias dengan tepung dan cat dan ketika mereka, mereka seperti zombi. Ini adalah saat yang bagus bagi masyarakat untuk menghibur diri mereka dengan menyaksikan kegiatan seperti ini yang dilakukan oleh beberapa orang muda. Mengenakan Sarong adalah sejenis aturan yang harus dipatuhi oleh para pemain. Benar-benar sepakbola yang lucu!
| Camera | Nikon D7000 |
|---|---|
| Category | Sport Photography |
| Lens | VR II AFP 18-55mm |
| Location | Bireuen, Aceh - Indonesia |