Jika mengingat kembali akan ide asli Bitcoin yang diciptakan untuk sistem pembayaran desentralisasi dan terdistribusi, maka akan hadir kecenderunganpada sangat menyayangnya cita-cita itu belum terjadi, walau telah ada sedikit kemajuan dengan beberapa negara yang mulai mau mengadopsi crypto sebagai pilihan. Hal yang menjadi alasan utama adalah karena uang kripto sampai saat ini belum menjadi alat pembayaran tetapi sebagai alat investasi yang memimpin dalam kapitalisasi pasar, dan pencipta kesadaran investor.
Di sisi lain, saat ini semakin banyak bermunculan kripto alternatif yang dibuat dalam bentuk stablecoin. Dengan tujuan dasar agar dapat berfungsi dengan efektif, kripto harus likuid, memiliki volatilitas rendah, dan terintergasi dengan lembaga yang mapan dan dapat diandalkan.
Perkembangan ini bahkan tak pernah terbayangkan jika dikembalikan kepada beberapa tahun lalu. Masa depan stablecoin di pasar kripto nampaknya sangat cerah sepertinya lebih cenderung terlihat untuk saat ini, melihat akan keberadaan fiat money pada Stablecoin bisa dikaitkan dengan mata uang resmi seperti dolar Amerika, Euro atau mata uang lainnya untuk menstabilkan harga mata uang kripto bukankah ini sama saja memperlambat laju kripto untuk kembali pada ide dasarnya.
Dilain hal terdapat sejumlah alasan stablecoin mengambil kendali Bitcoin sebagai kekuatan pendorong implementasi dan adopsi kripto. Pertama adalah volatilitas yang rendah dengan stablecoin menjadi manfaat utama untuk terus menarik minat baik individual dan institusi sampai saat ini. Karena stabilitas nilai tukar berguna bagi pemegangnya maupun mereka yang mencoba mengintegrasikan Bitcoin maupun uang kripto lainnya dalam sistem keuangan yang lebih luas.
Ada hal lain yang menarik pada sisi kreativitas kripto, Stablecoin akan terlihat lebih seperti fondasi kreatif dari aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) karena opsi volatilitas rendah. Menjadikan sebuah kasus untuk setiap komunitas menjadi hal menarik dalam kripto dan blockchain itu sendiri.
Jika dilihat dalam persentase para konsumen masih banyak berpendapat mata uang kripto merupakan alat investasi yang aman, dan ini menjadi tantangan yang masih menjadi problematika bagi mata uang kripto untuk dianggap sebagai mata uang. Hal lain yang juga cenderung hadir adalah masalah kekhawatiran akan terhadap keamanan, regulasi dan pajak serta masalah penyedia layanan yang dapat dipercaya.
Tidak ada yang dapat disalahkan, dan tidak juga pantas dipermasalahkan. Kondisi akan masalah ketakutan dari kerugian, kebutuhan dalam kondisi mendadak tidak dapat diprediksi oleh setiap orang dalam segi ekonomi individu. Sehingga masalah memilih untuk berhati-hati dan menjaga akan stabilitas keuangan dalam hal individualitas lebih diutamakan. Jika ini dapat menjamin mungkin akan lain ceritanya, dan akan benar-banar merubah sudut pandang yang baru pada crypto nantinya.
Kesadaran akan kripto memang telah tumbuh besar, namun kesadaran untuk menjuangkan kripto sebagai mata uang mungkin masih akan menemukan banyak kendala. Saat ini keberadaannya adalah melihat dan menunggu suatu gebrakan besar yang dibuat oleh suatu komunitas untuk dapat mengambil kepercayaan besar kepada konsumen untuk mengatakan bahwa kripto telah layak untuk dijadikan sebagai mata uang terdesentralisasi dan terditribusi dengan baik dan benar.