Akibat pendemi virus corona atau covid-19 semua aktivitas jadi terbatas dan ada yang terhenti. Kota yang dulunya sibuk dan tidak pernah tidur menjadi sepi dan sunyi, malah di malam hari seperti kota mati. Aktivitas orang yang duduk nongkrong di warung kopi atau di kafe-kafe tidak dibolehkan sementara waktu yang ada adalah kursi-kursi kosong dan tidak berpenghuni. Hal ini karena pemerintah menghimbau social distancing atau menjaga jarak dalam berinteraksi sosial.
Berhenti semua aktivitas yang melibatkan komunitas atau orang banyak juga berimbas ke sepakbola. Satu persatu liga-liga elite di dunia dihentikan agar wabah virus corona tidak tertular ke banyak orang. Bukan cuma liga elite tetapi liga gurem pun ikut terhenti. Sehingga aktivitas masyarakat hanya di rumah dan hanya sebagian kecil masyarakat yang dibolehkan beraktivitas di luar rumah terutama orang-orang yang bekerja di fasilitas kesehatan atau fasilitas yang berhubungan dengan kebutuhan khalayak ramai seperti PLN, Polisi dan lain sebagainya.
Menonton televisi pun tidak ada lagi pertandingan sepak bola, yang hanya hanya film tentang sepakbola atau pertandingan sepakbola siaran ulang. Membuka media online atau surat kabar juga kebanyakan adalah berita tentang nasib pesepakbola atau tentang aktivitas pemain bola di luar lapangan. Baru kali ini selama saya hidup mendapatkan hal seperti ini.
Dulu waktu masih Daerah Operasi Militer (DOM) atau Darurat sipil diberlakukan di Aceh, kami masih dapat bermain sepakbola atau menonton sepakbola dimalam hari walaupun diberlakukan jam malam. Karena kami mempunyai siaran televisi gratis seperti TVRI dan RCTI yang menyiarkan sepakbola seperti Serie A Italia dan Liga Champions serta juga Piala Dunia.
Dulu yang kami takutkan adalah aparatur militer yang melakukan patroli yang sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa dan harta kami. Tapi sekarang yang kita hadapi adalah virus corona. Makhluk hidup yang ukurannya tidak dapat terlihat dengan mata telanjang dan penyebaran juga tidak dapat terdeteksi. Sehingga wabah ini membuat kita semua panik dan hari-hari yang kita lalui lebih banyak di rumah. Tetapi di balik wabah pasti ada hikmah. Setidaknya polusi semakin menurun, orang tua semakin dekat dengan anak-anak begitu juga dengan anak-anak semakin mendapatkan kasih sayang orang tuanya.
Semoga wabah ini cepat berlalu...
Saya ingin berbagi konten ini kepada ,
,
,
,
,
,
, @wisdomandjusticeandjusticeandjustice,
dan lainnya.