A total of 115 students from Malikussaleh University participated in the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) program Batch III in 2022. The 115 students who graduated were part of the 208 students who previously enrolled in the program.
The Coordinator of the Malikussaleh University Teaching Campus, Prof. Dr. M. Sayuti, said that this year's MBKM program was somewhat different from the previous year because this time students and field supervisors had to take a number of tests and exams.
“In the previous three batches, students only evaluated files, but not anymore. Then the implementation is also different. Students who have graduated have also received briefing education for a month, and today they will be released in a number of regions in Indonesia," said Prof Sayuti in his speech at the Cut Meutia Hall, Malikussaleh University, Bukit Indah Campus, Lhokseumawe, Wednesday, February 23, 2022.
Students who have passed the MBKM program will later be placed in various areas outside Aceh, namely North Sumatra, West Sumatra, Riau Islands, East Java, Central Sulawesi, and Jambi. "In addition, there are also students from outside Aceh who will later attend lectures here in the exchange program," said Sayuti.
In addition, there were also 39 students who resigned because they were not ready to be placed outside their domicile area. Sayuti reminded students to study in detail the various programs in MBKM before submitting an application. While the field supervisors who took part in the selection were more than 90 people and only 17 lecturers passed.
Vice-Chancellor I for Academic Affairs at Malikussaleh University, Jullimursyida PhD, regretted that there were students who resigned because the opportunity would not come twice. If you have registered in the MBKM program, he said, students must be ready to work anywhere and under any conditions.
“MBKM is also one of the supporting main performance indicators. Another goal is to be able to learn by getting to know the culture of other communities, gain new insights, and expand networks,” said Jullimursyida reminded.[]
115 Mahasiswa Mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Sejumlah 115 mahasiswa Universitas Malikussaleh mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Angkatan III tahun 2022. Ke-115 mahasiswa yang lulus merupakan bagian dari 208 mahasiswa yang sebelumnya mendaftar dalam program tersebut.
Koordinator Kampus Mengajar Universitas Malikussaleh, Prof Dr M. Sayuti mengatakan program MBKM tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya, sebab kali ini mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan harus mengikuti sejumlah tes dan ujian.
“Dalam tiga angkatan sebelumnya, mahasiswa cuma evaluasi berkas, tapi sekarang tidak lagi. Kemudian pelaksanaannya juga berbeda. Mahasiswa yang lulus ini juga sudah melakukan pendidikan pembekalan selama sebulan, dan hari ini akan dilepaskan di sejumlah daerah di Indonesia," ungkap Prof Sayuti dalam sambutannya di Aula Cut Meutia Universitas Malikussaleh Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Rabu (23/2/2022).
Para mahasiswa yang sudah lulus program MBKM nantinya akan ditempatkan di berbagai daerah di luar Aceh, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Jambi. “Selain itu, ada juga mahasiswa dari luar Aceh yang nantinya akan mengikuti perkuliahan di sini dalam program pertukaran,” tambah Sayuti.
Selain itu, ada juga 39 mahasiswa yang mengundurkan diri karena tidak siap ditempatkan di luar daerah domisili. Sayuti mengingatkan mahasiswa untuk mempelajari secara detail berbagai program dalam MBKM sebelum mengajukan permohonan. Sedangkan dosen pembimbing lapangan yang mengikuti seleksi sebanyak 90 orang lebih dan yang lulus hanya 17 dosen.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Malikussaleh, Jullimursyida PhD, menyayangkan ada mahasiswa yang mengundur diri sebab kesempatan tersebut tidak akan datang dua kali. Kalau sudah mendaftar dalam program MBKM, katanya, mahasiswa harus siap bekerja di manapun dan dalam kondisi apa pun.
“MBKM juga menjadi salah satu penunjang Indikator kinerja Utama. Tujuan lain adalah bisa belajar dengan mengenal budaya di masyarakat lain, mendapat wawasan baru, dan memperluas jaringan,” ujar Jullimursyida mengingatkan.[]