I remember the memories that were once here in Pulo Iboih, Sabang. There is nothing left. Memories like foam on the shore that were scattered by the waves. Collecting memories in vain. Just enjoy the sun slowly showing itself.
Sometimes I think. Is the sun male or female. No need to look at his genitals to answer that question. Feel his warmth, his gentle demeanor, and you will know the answer.
After waking up and taking a walk to the shores of Iboh Beach in Sabang, or on any beach in the world, you will find the sun is a virgin girl who is moving, slowly but surely. The longer you stare at him, you can see the change in gender.
Well, the sun slowly changes from a virgin girl to a man who is growing up. You can't enjoy it anymore, whether you are a man or a woman. The sun had turned into an unfriendly fierce man. You don't recognize him anymore.
But never give up. The sun will again turn into a beautiful girl when the ferocious light begins to dim. Whoever you are, a man or a woman, will admire her beauty. There was no lingering time to maintain that admiration, she would disappear, like a memory you can't recompile.
That's the sun. He/she changes sex between cycles of time. []
Puisi pagi di Pulo Iboh: Melihat Perubahan Kelamin Matahari
Aku mengingat kenangan yang pernah ada di sini, di Pulo Iboih, Sabang. Tidak ada apa pun yang tersisa. Kenangan seperti buih-buih di tepian pantai yang tercerai-berai dihempas gelombang. Sia-sia mengumpulkan kenangan. Nikmati saja matahari yang perlahan menampakkan diri.
Kadang aku berpikir. Apakah matahari itu lelaki atau perempuan. Tidak perlu melihat kelaminnya untuk menjawab pertanyaan itu. Rasakan kehangatannya, sikap lembutnya, maka kamu akan mengetahui jawabannya.
Setelah bangun tidur dan kamu berjalan-jalan ke tepian Pantai Iboh di Sabang, atau di pantai mana pun di seluruh dunia, kamu akan menemukan matahari adalah seorang gadis perawan yang sedang beranjak, perlahan tapi pasti. Semakin lama kamu menatapnya, kamu bisa melihat perubahan jenis kelaminnya.
Yah, matahari berubah perlahan dari seorang gadis perawan menjadi seorang lelaki yang beranjak dewasa. Kamu tidak bisa menikmatinya lagi, entah kamu seorang lelaki atau seorang perempuan. Matahari sudah berubah menjadi lelaki garang yang tidak bersahabat. Kamu tidak mengenalinya lagi.
Tapi jangan pernah putus asa. Matahari akan kembali berubah menjadi seorang gadis cantik ketika kegarangan cahayanya mulai redup. Siapa pun kamu, seorang lelaki atau perempuan, akan mengagumi kecantikannya. Tidak ada waktu berlama-lama untuk memelihara kekaguman, dia akan menghilang, seperti kenangan yang tak mampu kau susun kembali.
Begitulah matahari. Dia berganti kelamin di antara putaran waktu.[]