There have been many stories about 0 Kilometer Sabang. This is the starting point of the Republic of Indonesia in the West, according to one of the Indonesian national anthem; Dari Sabang Sampai Merauke. A friend of mine from Papua once protested, it should have been from Meurake to Sabang.
"Why like that?" ask me.
"Because the sun rises from the east. So, follow the direction of the sun."
I think that's right too. But the song has already been created and the phrase From Sabang to Merauke_ has stuck to every Indonesian chest.
When we, a number of journalists and also members of the Indonesia Hiver Community visited Sabang to have a friendly soccer match, we visited the 0 Kilometer Sabang monument.
The 0 Kilometer monument is only 2.2 kilometers from Sabang City across the Cut Nyak Dhien road. This location can be reached in 47 minutes by motorbike which can be rented in Sabang City. There is no public transportation there. If traveling with family or with friends, tourists must rent a car.
The road to Tugu 0 Kilometer Sabang is very small with a few sharp turns. The scenery around it is also very beautiful because at some points you can see the sea in the distance and on the left side there is a mountain.
In my opinion, the atmosphere to get to that location is similar to Bali and Takengon, Central Aceh. With such land contours, visitors must be aware of landslides in the rainy season. Likewise with fallen trees. This has happened before. When we got there, a big tree fell and blocked road users.
Before reaching Tugu 0 Kilometer Sabang, underneath there are many souvenir stalls selling various souvenirs about Sabang such as T-shirts with Sabang nuances. There are also various types of food and drinks.
If you go to Tugu 0 Kilometer Sabang, don't forget to make a certificate as proof you have been there. Many visitors who make certificates are just a complement to souvenirs from Sabang.
The weather there is very hot, especially for those of you who come from cool areas. But don't worry, sun visor hats are sold there.
Don't forget to explore all the surrounding locations. The natural beauty around Tugu 0 Kilometer Sabang is too beautiful to ignore. If you don't believe it, please see for yourself!
Sekali lagi tentang Tugu 0 Kilometer Sabang
Sudah banyak cerita tentang 0 Kilometer Sabang. Ini adalah titik awal Republik Indonesia di wilayah Barat, sesuai dengan salah satu lagu kebangsaan Indonesia; Dari Sabang Sampai Merauke. Seorang kawan saya dari Papua pernah protes, harusnya dari Meurake Sampai Sabang.
“Kenapa demikian?” tanya saya.
“Sebab matahari itu terbit dari timur. Jadi, mengikuti arah sinar matahari.”
Saya pikir itu betul juga. Tapi lagu itu sudah diciptakan dan frasa Dari Sabang Sampai Merauke_ sudah melekat setiap dada orang Indonesia.
Ketika kami sejumlah wartawan dan juga anggota Indonesia Hiver Community berkunjung ke Sabang untuk melakukan pertandingan sepak bola persahabatan, kami mengunjungi tugu 0 Kilometer Sabang.
Tugu 0 Kilometer hanya berjarak 2,2 kilometer dari Kota Sabang melintasi jalan Cut Nyak Dhien. Lokasi ini bisa ditempuh dalam 47 menit dengan sepeda motor yang bisa disewa di Kota Sabang. Tidak ada kendaraan umum di sana. Kalau jalan bersama keluarga atau dengan kawan-kawan, wisatawan harus menyewa mobil.
Jalan menuju Tugu 0 Kilometer Sabang sangat kecil dengan beberapa tikungan tajam. Pemandangan di sekitarnya juga sangat indah karena di beberapa titik terlihat laut di kejauhan dan di sisi kiri ada gunung.
Menurut saya, suasana menuju ke lokasi tersebut mirip di Bali dan Takengon, Aceh Tengah. Dengan kontur tanah yang demikian, pengunjung wajib mewaspadai tanah longsor pada musim penghujan. Begitu juga dengan pepohonan yang tumbang. Ini pernah terjadi. Ketika kami ke sana, ada pohon besar tumbang dan menghalangi pengguna jalan.
Sebelum mencapai Tugu 0 Kilometer Sabang, di bawahnya banyak kios souvenir yang menjual berbagai souvenir tentang Sabang seperti kaos oblong dengan nuansa Sabang. Ada juga berbagai jenis makanan dan minuman.
Kalau ke Tugu 0 Kilometer Sabang, jangan lupa membuat sertifikat sebagai bukti kamu sudah ke sana. Banyak pengunjung yang membuat sertifikat sekadar pelengkap souvenir dari Sabang.
Cuaca di sana sangat panas, terutama bagi kamu yang berasal dari daerah berhawa sejuk. Tapi jangan khawatir, topi penghalang sinar matahari banyak dijual di sana.
Jangan lupa untuk mengeksplorasi seluruh lokasi di sekitarnya. Keindahan alam di sekitar Tugu 0 Kilometer Sabang terlalu indah untuk diabaikan. Jika kamu tidak percaya, silakan buktikan sendiri!