Youtube adalah platform terbesar (88%) yang paling banyak digunakan oleh pengguna media sosial di indonesia. Ada 160 juta pengguna sosial media dari indonesia. Jadi youtube merupakan peluang untuk mencari penghasilan.
Sejak pandemic covid19, banyak artis yang mau tidak mau harus memutar otaknya untuk mencari penghasilan karena job di TV mati alias berhenti. Mereka terjun ke dunia youtube. Membuat konten yang menghibur apakah itu vlog, cover lagu atau sesuatu yang menarik.
Bagaimana dengan channel pendidikan?
Guru juga mulai menunjukkan aktivitas berkontribusi di dunia youtube. Hal ini dikarenakan pembelajaran daring yang masih diterapkan oleh beberapa daerah yang statusnya masih zona merah. Daerah yang zona hijau sudah menerapkan pembelajaran dengan tatap muka namun durasinya singkat. Jadi pembelajaran tatap muka belum efektif sehingga perlu dikombinasikan dengan pembelajaran daring/online seperti google classroom, microsoft team, atau melalui whatsapp.
Ini adalah kabar yang bagus karena selama ini youtube indonesia lebih banyak dihiasi dengan konten-konten yang tidak faidah seperti prank. Di indonesia, ada 2 channel youtube besar yang membahas tentang pendidikan yaitu ruangguru dan rumah belajar. Ruangguru dimiliki oleh swasta dengan subscribernya mencapai 892 ribu subscriber. Sedangkan rumah belajar dimiliki oleh pemerintah dengan subscribernya 42 ribu subscriber.
Sebagai guru, saya juga memiliki channel youtube yaitu Azwar Rangkuti. Saya ingin berkontribusi dengan menyajikan konten-konten pembelajaran di youtube. Target saya ingin masuk menjadi 10 besar channel pendidikan.
Ada 160 juta pengguna youtube. Mendapatkan subscriber 1% dari mereka adalah target ya masih wajar.
Apakah itu mungkin?