A happy friend of steemian.
Reading this man's writing, like we were brought imagined far into another world, it was not enough to read it. However, it takes at least two times to look at the words in a deep imaginary circle toy.
Reading his writing as if we were reading Ilana Tan's super romantic novel, As Ilana Tan is so mysterious, this one man is also super mysterious in his writings that flinch and tickle.
One of the romance and antics of might be read in his writing entitled: Love Letter for Meet-Up.
In one paragraph the letter was written like this:
Good Dinda Meet-Up. It's angry when I read my chatter about you. You must understand how many people who are longing like me will appear to be willing to share their troubles. As if not tomorrow, there is no hour before. There is even no certainty I can understand except now and here. Thus the ghalibnya of longing people
So, it is not wrong if @ kemal13 calls it an Exotic Swordsman from the Cold City. Through the writing too, sometimes we are also brought to play puzzles and solve one mystery. Like an Agatha Christie, can bring us to the subconscious imagination, one thing that will be revealed.
Try to look at what this article means Bookrak Stole A Wild Lizard from My Mind , I don't know what it means to have a monitor lizard in his mind. - the swamps - Hahahaha ...
Or want to be even crazier, see this one 4 people I want to kill . There is nothing more, don't let criminalization in steemit ... Hahahahaha.
So it is also natural that wrote a comment in one of the writings with the phrase "you are good at stirring the minds of people who are lazy to read and are half drunk towards power", because indeed
is very good at stirring words, in his wild imagination batter.
Men who have stature are not stubborn, but not too stubborn. It is very proportional for a man to this rather dark-skinned man. Gesture his body as flexible as his writing swings with baritone.
That's him . The man who is currently honeymooning with thousands of coffee beans in the Gayo highlands. Behind the thousands of coffee gardens and black pearls from Gayo, he gave birth to works that could be classified as "dahsad" in my eyes.
This graduate of the Faculty of Law of Unsyiah, if I comment on his writing it always says "Only to fulfill 500 words a day bang". Another question was also answered. But it's true, in writing 500 words are always fulfilled.
That's how 500 words of this artist, always dancing in a series of words into strands of softly seductive sentences, sometimes crashing fiercely like Hurricane Katrina which destroyed Arizona.
That's all steemian, our profile this week. Hopefully this light note can inspire us all to continue to work with Steemit. See you at other steemian profiles next week. Warm regards.
Banda Aceh Suburbs, 26 August 2018
Bersama disebuah warkop di Banda Aceh
Indonesia
Profil Minggu#4:
, Seniman 500 Kata
Sahabat steemian yang berbahagia.
Membaca tulisan laki-laki satu ini, seperti kita dibawa berimajinasi jauh ke alam lain, rasanya tak cukup sekali untuk membacanya. Namun, butuh setidaknya dua kali mencermati liukan kata dalam mainan lingkar imajiner yang dalam.
Membaca tulisannya seakan kita sedang membaca novel Ilana Tan yang super romantis, Sebagaimana Ilana Tan yang begitu misterius, pria satu ini juga super misterius dalam tulisan-tulisannya yang menyentil dan menggelitik.
Salah satu keromantisan sekaligus kejenakaan mungkin bisa dibaca dalam tulisannya yang berjudul: Surat Cinta untuk Meet-Up.
Dalam satu paragraph surat itu ditulisnya begini:
Dinda Meet-Up yang baik. Usah marah kala membaca celotehku tentang engkau. Kau pasti paham betapa orang yang tengah merindu seperti aku ini akan tampak nyiyir menjabar resah. Seolah tak esok, tiada satu jam di hadapan. Bahkan tiada kepastian yang dapat kupaham selain kini dan di sini. Demikianlah ghalibnya orang merindu.
Maka, tak salah jika menyebutnya seorang Pendekar Eksotis dari Kota Dingin. Lewat tulisanya juga, terkadang kita juga dibawa untuk bermain teka-teki dan memecahkan satu misteri. Bak seorang Agatha Christie,
bisa membawa kita ke imajinasi bawah alam sadar, akan satu hal yang diungkapkannya.
Coba cermati apa maksud dari tulisan satu ini Bookrak Mencuri Seekor Biawak-Liar dari Benakku, entah apa maksudanya ada biawak dalam benaknya. – emangnya rawa-rawa – Hahahaha..
Atau mau lebih gila lagi, bisa dilihat baca yang ini 4 orang yang ingin ku bunuh. Ada apalagi ini, jangan sampai ada kriminalisasi di steemit ini… Hahahahaha.
Maka juga wajar bila menulis komentar di salah satu tulisan dengan kalimat "kau jago kali mengaduk pikiran orang yang malas membaca dan sedang setengah mabuk menuju kekuasaan", karena memang
sangat lihai mengaduk-aduk kata, dalam adonan imajinasi liarnya.
Lelaki yang memiliki perawakannya tidaklah gempal, namun tak juga ceking. Sangat proposional lah untuk seorang lelaki untuk lelaki berkulit agak gelap ini. Gesture tubuhnya seakan fleksible se fleksibel tulisannya yang mengayun dengan nada baritone.
Itulah dia . Lelaki yang kini sedang berbulan madu bersama ribuan biji kopi di dataran tinggi Gayo. Di balik ribunan kebun kopi dan butisan mutiara hitam dari Gayo itu, ia lahirkan karya-karya bisa tergolong “dahsyad” di mata saya.
Jebolan Fakultas Hukum Unsyiah ini, jika saya saya komentari tulisannya selalu berkata “Hanya untuk memenuhi 500 kata se hari bang”. Lain ditanya lain pula dijawabnya. Tapi memang benar, dalam menulis selalu terpenuhi 500 kata.
Begitulah seniman 500 kata ini, selalu menari-nari dalam rangkaian kata menjadi untaian kalimat yang mendayu lembut, terkadang menghempas ganas bagai badai Katrina yang meluluh lantakan Arizona.
Itulah steemian semua, profil kita minggu ini. Semoga catatan ringan ini bisa menginpsirasi kita semua untuk tetap terus berkarya bersama steemit. Sampai jumpa pada profil steemian lainnya minggu depan. Salam hangat.