Dalam rangka menyambut atau memeriahkan Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 73, Pemerintah Kecamatan Syamtalira Bayu mengadakan Turnamen Bola Kaki antar Desa di Lapangan Bayu. Dalam hal ini Pemerintah Kecamatan Syamtalira Bayu mencari bibit atau bobot para pesepak bola yang ada di kecamatan tersebut guna untuk diorbitkan pada turnamen berkelas Nasional.
Turnamen ini merupakan Turnamen Tahunan yang selalu diadakan setiap tahunnya menjelang HUT KEMERDEKAAN NKRI. Turnamen ini langsung disponsori oleh pemerintah Kecamatan Syamtalira Bayu, dan besok merupakan hari terakhir untuk putaran pertama turnamen antar desa ini. Pada turnamen ini panitia penyelenggara memakai sistem gugur dan ada 2 pertandingan untuk satu hari. Dan beberapa tim atau desa sudah memastikan lolos ke babak berikutnya, diantaranya :
1. Desa Lancok
2. Desa Langa
3. Desa Punti
4. Desa Beurandang
5. Desa Seuneubok
6. Desa Rheng
7. Desa (Masih Misteri)
8. Desa (Masih Misteri)
Nah, yang menarik perhatian saya adalah untuk pertandingan besok sore atau hari terakhir putaran babak pertama dimana pada pertandingan kedua, kesebelasan Desa Beunot akan berhadapan dengan Desa Cut Neuheun. Sedikit informasi yang bahwa turnamen ini diadakan di Desa Beunot tepatnya di Lapangan Bayu dan Desa Beunot merupakan Juara Bertahan.
Menariknya karena Desa Beunot adalah Tuan Rumah dalam turnamen ini dan menurut informasi dari beberapa sumber yang bahwa Desa Beunot akan menjemput beberapa pemain berkelas yang ada ditanah air, akankah pemain-pemain jemputan ini bisa menunjukkan taringnya atau justru sebaliknya yaitu menjadi pecundang di rumah sendiri.
Karena sebelum turnamen ini Desa Beunot menjadi Singa bagi lawan-lawannya yang mana para pemainnya hanya di isi oleh pemain lokal atau pemain asli binaan Desa Beunot sendiri.
Jadi, jangan lupa untuk datang Kelapangan Bayu dan jadilah saksi untuk sejarah yang akan terukir diatas tinta emas bertabur intan berlian, ting ting ting. Saleum Aneuk Nanggroe.