The old shipwrecks seem to be stranded on the beach, not because they are without owners, but a number of fishing boats are no longer fit to be used for fishing. The ships were parked in the dock area not far from the fish landing site, this is precisely where the fishing boats docked.
Bangkai kapal tua tampak terdampar di sisi pantai, bukan karena tanpa pemilik,namun sejumlah kapal nelayan tersebut tidak layak lagi digunakan untuk melaut. Kapal-kapal tersebut diparkir di kawasan dermaga yang tak jauh dari tempat pendaratan ikan,tepatnya disinilah kawasan kapal-kapal nelayan naik docking.
This afternoon, with my best friend, we tried to take pictures of the docking process for fishing boats, there are several boats that are being built for infrastructure. And we used this opportunity to take some pictures as usual; hunting photography.
Sore tadi, bersama sahabat saya, kami mencoba mengambil gambar proses docking kapal nelayan, ada beberapa kapal yang sedang dibangun infrastruktur nya. Dan kesempatan ini kami gunakan untuk pengambilan sejumlah gambar seperti biasanya; hunting photography.
Coming here, my friends and I not only got the object of photography, but instead we got a lot of knowledge, especially about the infrastructure of these traditional fishing boats.
Datang kesini saya dan teman-teman bukan hanya mendapatkan objek photography, namun justru kami mendapatkan banyak ilmu pengetahuan, terutama tentang infrastruktur kapal-kapal nelayan yang terbilang tradisional tersebut.
Fishermen here still use motor boats (truck engines) which are modified as fishing boat engines. The infrastructure of the ships is also still made of wood. And interestingly, the wood used to build a fishing boat is an item of choice, and the price is also quite expensive.
Nelayan disini masih menggunakan Kapal Motor (mesin truck) yang dimodifikasikan sebagai mesin kapal nelayan. Infrastruktur kapal-kapal tersebut juga masih terbuat dari kayu. Dan menariknya, kayu-kayu yang digunakan untuk membangun sebuah kapal nelayan tersebut merupakan barang pilihan, dan harganya juga terbilang cukup mahal.
This is because a number of these ships will be used for a long time. So do not be surprised if the material is also fairly special wood. To make 1 unit of this motor boat, it costs around IDR 3 billion rupiah. Fantastic price to own such a fishing motorboat.
Hal tersebut dikarenakan sejumlah kapal-kapal tersebut akan digunakan dalam tempo waktu yang lama. Maka tidak heran jika bahannya juga terbilang kayu-kayu istimewa. Untuk pembuatan 1 unit kapal motor ini menghabiskan sekira IDR 3 Miliar rupiah. Harga yang fantastis untuk memiliki kapal motor penangkap ikan tersebut.
The specifications of these fishing boats, of course, have levels, ranging from small vessels to the largest. And this time I was in the dock for making fishing boats which are fairly large in size; for cargo alone they are able to accommodate 30 tons of fish caught on the high seas.
Spesifikasi kapal nelayan ini tentu saja ada tingkatannya, mulai dari kapal berukuran kecil hingga yang terbesar. Dan kali ini saya berada di dock pembuatan kapal nelayan yang terbilang besar ukurannya; untuk muatan saja mereka mampu menampung 30 ton hasil tangkapan ikan di laut lepas.
The process of making the boat is also not kidding, apart from large funds, the time needed to complete the fishing boat can be up to 1 year, depending on the materials obtained, especially mahogany and other typical woods are rare and difficult to obtain.
Proses pembuatan kapal tersebut juga tidak main-main, selain dengan dana yang besar, waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan kapal nelayan tersebut bisa hingga 1 tahun, tergantung bahan yang didapat, apalagi kayu-kayu khas sejenis mahoni dan lainnya sudah langka dan sulit didapatkan.
The stages of painting and maintenance before operating are also no joke, moreover this one fishing boat can be used for a maximum of the next 30 years and is able to employ 25 to 30 fishermen.
Tahapan pengecatan dan pemeliharaan sebelum beroperasi juga tidak main-main, apalagi satu kapal nelayan ini bisa digunakan maksimal selama 30 tahun kedepan dan mampu memperkerjakan 25 hingga 30 orang nelayan.
Well so that was my experience with my friends when we visited the docking places for fishing boats in Lhokseumawe city. A rare opportunity for sure
Nah, itulah pengalaman saya bersama kawan-kawan saat mengunjungi tempat docking kapal-kapal nelayan di kota Lhokseumawe. Sebuah kesempatan yang langka pastinya 😎
| Camera | Poco X3 |
|---|---|
| Category | Photography |
| Location | Lhokseumawe-Aceh |
Warm Regard
Marechausee Adventura 🙂