Hari Sabtu yang lalu saya pergi memenuhi undangan dari salah seorang tetangga yang tinggalnya satu kampung dengan saya. Undangan tersebut adalah undangan pernikahan putra tunggal beliau yang dilaksanakan dengan mewah di gedung Lilawangsa yang bertempat di jalan Iskandar muda kota Lhokseumawe.
Karena saya harus pergi mengajar terlebih dahulu maka saya datang sekitar jam 1.30 siang. Tentu saja acaranya hampir selesai. Di Aceh perayaan pesta perkawinan hanya setengah hari saja. Biasanya paling telat sekitar jam 3 acara sudah ditutup. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan pelaksanaan pesta di provinsi tetangga yaitu Sumatera Utara. Saya pernah melihat di sana setiap perayaan pesta perkawinan berlangsung mulai pagi hari sampai tengah malam.
Tiba di tempat pesta saya segera menikmati makanan pesta yang disediakan secara prasmanan. Selesai makan saya segera memasuki ruang utama. Saya ingin melihat pasangan pengantin baru yang duduk di pelaminan. Namun karena hari sudah siang , pengantin prianya tidak duduk lagi di singgahsana pelaminan. Yang tertinggi hanya Pengantin wanita yang sedang berfoto ria dengan para breismade.
Para tamu undangan yang hadirpun terlihat sudah mulai berkurang karena hari sudah beranjak sore hari.
Sayapun segera mencari tuan rumah untuk berpamitan pulang. Sekian.