In 1998 I visited AK Yacobi's home in the Depok area. I observe his life is simple compared to his big name. There was not the slightest impression that he was arrogant when I visited. He made his own tea for me.
We talked a lot and it turns out he is the founder of the People's Mind newspaper in Bandung. I think some of the big printing houses in Bandung owned by Gayo Lues people might follow in his footsteps.
AK Yacobi is the compiler of the book "Aceh Daerah Modal" I think the book is the first book that describes how much Aceh's struggle for the sustainability of Indonesia. The "Aceh Daerah Modal" diction was Bung Karno's statement during his first visit to Aceh.
In my opinion, the book "Aceh Daerah Modal" is a record of his journey in maintaining Indonesia's independence. He is not just writing a story, but he is a bitter performer struggling to defend Indonesia's independence in battle in Medan Area, North Sumatra. He was very young at that time, 20 years.
In contrast to Tengku Ilyas Leube and other Pang-Pang, after independence, they joined the rebellion with the DI / TII flag. While AK Yacobi fills independence by educating the sons of the nation in filling Indonesian independence. He was born in 1927 and died in 2014 and during his life, he was never disabled to the Republic of Indonesia. Therefore, it is appropriate that AK Yacobi is fought to become one of the National Heroes.
BAHASA INDONESIA
Pada tahun 1998 saya bertamu ke rumah AK Yacobi di daerah Depok. Saya amati kehidupan beliau sederhana dibandingkan nama besarnya. Tidak ada kesan sedikitpun beliau menyombongkan diri ketika saya bertamu. Beliau buat teh sendiri untuk saya.
Kami banyak bercerita dan ternyata beliau pendiri koran Fikiran Rakyat di Bandung. Saya fikir beberapa percetakan besar di Bandung milik orang Gayo Lues mungkin mengikut jejak beliau.
AK Yacobi adalah penyusun buku "Aceh Daerah Modal." Saya kira buku tersebut adalah buku pertama yang memaparkan betapa besar perjuangan Aceh kepada keberlangsungan Indonesia. Diksi "Aceh Daerah Modal" sendiri adalah pernyataan Bung Karno saat kunjungan pertamanya ke Aceh.
Menurut saya buku "Aceh Daerah Modal" adalah catatan perjalanan beliau dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau bukan sekedar menuliskan cerita, tetapi beliau adalah pelaku pahit getirnya berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam pertempuran di Medan Area, Sumatera Utara. Usia beliau masih sangat muda pada waktu itu, 20 tahun.
Berbeda dengan Teungku Ilyas Leube dan Pang-Pang lainnya, setelah kemerdekaan mereka ikut membuat pemberontakan dengan bendera DI/TII. Sedangkan AK Yacobi mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Beliau lahir pada tahun 1927 dan wafat pada tahun 2014 dan selama hidupnya beliau tidak pernah cacat terhadap Republik Indonesia. Oleh karena itu, pantaslah kalau AK Yacobi diperjuangkan menjadi salah satu Pahlawan Nasional.