Selamat sore semuanya dimana pun anda berada, sudah buka puasa belum? Tetap bersukur hanya segelas teh tawar ,lontong dan gorengan untuk menu buka puasaku. Selere yang simpel, makanan yang mampu buat sedikit otakku berpikir
Otakku dari semalam berpikir cari ide, cari momen tak ada satu pun yang nyangkut di otakku.
Sampai di siang hari, panas yang terik saat perut terasa laparnya, tenggorokan terasa dahaga.
Aku berteduh dibawah pohon, pohon yang di kelilingi Bunga Pari Jata, bukan Pari Jatah ya? Kalau orang jawa pasti bisa ngerti arti kata: pari jatah.
Bunga Parijata, bunga yang cenderung melengkung kebawah, karena tangkai yang kecil bermuatan bunga banyak.
Serasa memegang potongan cotton bud
Bunga ini di tanam di halaman rumah pelangganku yang sedang tidur siang, kesempatan aku bisa puas ambil dari berbagai macam pose.
Bunga yang masih muda masih terlihat hijau, sedangkan bunga yang sudah tua berwarna abu-abu terkesan pucat menurutku, yah seperti si penulisnya yang sudah 40 tahun lebih.
Tapi masih bolehkan untuk berkarya?
Penantian yang panjang untuk sebuah postingan tapi datang hadiah indah seekor serangga Talantula di Bunga Parijata
Kesempatan tak akan aku lewatkan tentunya, tapi daya baterai ponsel dan waktuku yang sibuk mencari recehan untuk anak istriku di kampung terpaksa tidak bisa langsung aku unggah.
Dan setelah perut ini terisi, sedikit tenaga untuk bisa menulis dan menampilkan gambar petualanganku sembari berdagang.
Aku tak pernah puas, tapi Talantula tahu gelagatku
Hingga dia pergi naik ke pohon mangga
Mungkin petualangku harus berhenti sementara
Tetap bersukur dan terus berkarya tak pandang usia.
Semoga terhibur yah, saudaraku semua
Terima kasih.
Senin, 4 april 2022
Bekasi, Indonesia