Hi Steemians...
[Bahasa Indonesia]
"Bang, bangun. Kita shalat subuh dulu" begitu suara yang terdengar di telingaku saat wahyu membangunkanku. Tanpa kuiyakan, badanku tanpa komando langsung menggeliat-geliat manja seperti Binaragawan belajar tari Balley. Pintu mobil kubuka dan jelas teelihat bahwa kami sedang berhenti di sebuah SPBU. Singkatnya shalat subuh kami laksanakan sendiri-sendiri. Shalat telah terlaksana, agenda selanjutnya adalah mencari sesuatu yang menarik. Mataku tertuju kepada sebuah mobil dibawah tenda dan telah dipasangi line agar tidak ada yang melewati pembatas tersebut.
Sahabat steemian, karena sangat terkesan dengan keindahan mobil antik ini, maka kali ini kita kembali sesaat memutar sejarah mobil yang masuk ke Indonesia, konon Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan bagi produsen mobil dunia khususnya produsen mobil dari eropa. Hari ini saya berkesempatan menyaksikan sendiri salah satu bukti sejarah mobil pasca kemerdekaan Republik Indonesia di salah Stasiun Pengisian Bahan Bakaer Umum (SPBU) di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Mobil ini bernama Plymouth Club Coupe 1948 yang diproduksi oleh Volk Wagen.
Rasa penasaran menyeruak dan memancing sumbu-sumbu keingintahuan saya terhadap mobil bersejarah ini. Saya mencoba mengulik-ulik sejarah permobilan di Indonesia. Dari beberapa sumber yang saya baca berkat bantuan om google hanya ada dua sumber berbahasa indonesia yang saya temukan tentang eksitensi mobil ini. Bagaimanapun masih banyak sumber berbahasa asing yang saya temukan, namun sekali keterbatasan dalam memahami bahasa inggris membuat saya harus legowo menyampaikan alakadarnya saja.
Mobil Volkwagen ini dikenal juga dengan VW Gajah atau sama terkenalnya dengan istilah plesetan dari VW Kodok, julukan yang mengikuti bentuk yang sangat mirip dengan VW Kodok. Body bongsor, mesin berkapasitas besar dan sangat haus bensin. Dan yang sangat istimewa, hampir semua dibuat sekitar tahun 1947 sampai 1950. Entah mengapa type Coupe ini dibuat dengan bentuk yang sangat mirip seperti itu.
Di Ebay, mobil jenis ini dijual antara kisaran harga 147.000.000,00 (Seratus empat puluh tujuh juta rupiah) hingga yang terbaru adalah milik artis Danny Whitfield dengan harga 1.323.529,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh tiga juta lima ratus dua puluh sembilan ribu rupiah). Fantastis bukan ? Tidak perlu berbicara artis terkenal yang membuat mobil ini masih tergolong tinggi harganya, sejarah ketahanan dan sejarah lain yang menyertai mobil sudah cukup menjadi bukti dan kesesuaian harganya hingga saat ini.
Menurut cerita sejarah, bahwa mobil ini pernah membanjiri kota Batavia (sekarang Jakarta) antara tahun 1948 s.d 1959. Banyak foto-foto sejarah dimana para tokoh-tokoh bangsa, orang-orang kaya, pejabat militer Belanda dan Indonesia menjadikan mobil type ini sebagai mobil kebanggaan. Kalau sekarang ini mobil keluaran terbaru melakoni touring atau roadshow ke berbagai kota untuk meyakinkan sejumlah calon pelanggan, mobil ini pada tahun 1949 bertempat di Batavia hanya melakukan Parade dan dijejerkan di jalan. (Karena kelalaian saya, foto tidak dapat saya tampilkan karena saya lupa mencatat alamat websitenya).
Menurut keterangan dari beberapa petugas SPBU, bahwa mobil ini dalam kondisi baik dan kabarnya mobil ini juga hendak dijual. Entah berapa harganya saya lupa untuk bertanya, namun kuat dugaan saya mobil ini dijual bukan dengan harga yang murah. Apalagi mobil ini masih tergolong original dan punya body mulus. Berbagai testimoni yang ada di catatan om google menyebutkan mobil punya ketahanan yang bagus namun boros minyak.
Inilah sekelumit kisah perjalanan saya menuju Stabat, Sumatera Utara dan terkait mobil diatas merupakan salah satu cerita berkesan saya dan saya pikir layak untuk saya bagikan kepada para steemians semua. Adapun cerita seru berikutnya adalah tentang keseruan mandi di kolam renang sebagai akibat dari tidak adanya tempat mandi atau rumah keluarga disana.
[English]
"Brother khaimi, please wake up" Wahyu said. His voice was heard in my ear when Wahyu woke me up. Without fear, without command my body immediately writhed spoiled like a Bodybuilder learning Balley dance. I opened the car door and clearly saw that we were stopping at a gas station. Shortly, we going prayer individually. After Prayer, usually I try to find something interesting. My eyes were fixed on a antique car under the tent and had been fitted with a line so no one would pass the barrier.
Friends of steemian, I am very impressed with the beauty of this antique car, after looking, I try to find the history of this car when entered to Indonesia, Indonesia for the past is a good market for promoting world car manufacturers, especially car manufacturers from Europe. Today I had the opportunity to be a witness of the historical evidence of the post-independence of Indonesia. The picture of this car I take on SPBU (Gas Station) in Besitang District, Langkat Regency, Sumatera. This car was named the Plymouth Club Coupe 1948 which was produced by Volk Wagen.
I feel very curious and want to know more about this historic car. I opened some information about the history of automotive in Indonesia. From several sources that I read, with help form Mr. google, I got two Indonesian information about the existence of this car in the past. I find the other sources too, but many information write in english or foreign, Truely, because of my limitations in understanding English, I have to convey a little information.
This 1948 Volkswagen car, in Indonesia also known by The Elephant VW because this car is big and extravagant body like an Elephant, as well as like Frog VW, a nickname that follows a form very similar to the frog. The body of elephant VW is huge, a large capacity engine and very thirsty for gasoline. And that is very special, almost everything was made around 1947 to 1950. For some reason this type of Coupe was made with a very similar form.
On Ebay, this car is sold between the price range of 147,000,000.00 (one hundred and forty seven million rupiahs) until the newest one belongs to artist Danny Whitfield at a price of 1,323,529.00 (one billion three hundred twenty three million five hundred two ten thousand nine thousand rupiah). Fantastic, isn't it? No need to talk about famous artists who make this car still relatively high in price, the history of resilience and other history that accompanies the car is enough to be proof and the suitability of the price until now.
According to history, this car had flooded the city of Batavia (now Jakarta) between 1948 to 1959. Many historical photographs where national figures, rich people, Dutch and Indonesian military officials made this car as a pride car . If now, we usually watching car touring or roadshow to various cities to convince a prospective customers, this car in 1949 located in Batavia only did a parade and lined the road.
According to Gas Station officials, that this car is in good condition and will be sold but I don't ask the price. However, I suspect this car is sold not at a cheap price. Moreover, this car is original and smooth body. Various notes from Google say the car has good durability but is wasteful of oil.
Salam hangat, bersahabat dan hormat saya
Silahkan dibaca tulisan menarik lainnya :
Together We Can, For Help each other in Community, please Join Discord below
Join eSteem Discord
Join Steemit Indonesian Community Discord
Join Silentzen Discord
Join sevenfingers discord
Join arteem discord