Diakui atau tidak, untuk tampil konsisten di Piala Dunia, sebuah tim butuh banyak "bintang". Bila cuma seorang, alamatnya cepat pulang. Paling tidak, kondisi ini kembali terlihat di World Cup 2018 di Rusia. Klub-klub yang minim pemain bintang, sudah duluan angkat koper.
***
Image by pixabay.com
Menurut asumsi sementara saya, klub-klub yang punya bintang biasanya akan "aman" dan terus melaju. Meski saat tulisan ini tayang, nasib "kebintangan" Lionel Messi bersama Argentina masih dalam tanda tanya.
Jika nanti Messi berhasil menyelamatkan La Albiceleste dari lubang jarum Grup D, maka status bintang akan kembali berkibar. Sebaliknya, jika gagal, bintangnya meredup. Sederhana saja. Tapi harus diingat, Argentina banyak bintang, buka hanya Messi saja. Nama-nama beken seperti Gonzalo Higuain, Paulo Dybala (Juventus), Angel Di Maria (PSG), Aguero, Nicolas Otamendi (Manchester City) dan lain-lain.
Well. Saya mencoba menilik tim-tim yang sudah pulang duluan karena gagal di babak penyisihan. Mereka adalah Arab Saudi, Mesir, Iran, Maroko, Peru, Kostarika, Korea Selatan, Tunisia, Panama, dan Polandia. Dari tim-tim yang sudah berpartisipasi ini, pembaca sendiri bisa menilai, siapa pemain bintang di masing-masing tim dimaksud.
Baiklah, untuk membenarkan asumsi saya, berikut ini saya bantu sebutkan siapa mereka? Tapi harus diingat, "kebintangan" mereka ini di lihat dari posisi mereka bermain di klub. Nah, karena itu, ada juga pemain terkadang keluar dari database saya, maka tak ada salahnya, para steemians ikut membantu menyebutkan nama-nama yang alpa dari daya saya.
Pemain Arab Saudi di Piala Dunia
Kita mulai dari Arab Saudi. Kita tahu, Negera Gurun Pasir ini tidak muncul bintang cemerlang di Piala Dunia. Pemain mereka yang tampil di liga-liga Eropa juga terbatas. Namun, sebelum Piala Dunia bergulir, Federasi sepakbola Arab Saudi (SAFF) membuat terobosan menjalin kerjasama dengan Liga Spanyol untuk mengirim para pemain bintang mereka. Setidaknya ada tiga pemain bintang asal Arab Saudi yang akan menjalani masa pinjaman di klub La Liga.
Mereka adalah Salem Al Dawsari berada di Villarreal, Fahad Al-Muwallad (Levante) dan Yahya Al-Shehri (Leganes). Selain itu ada sembilan pemain muda lainnya yang bergabung dengan klub Segunda atau divisi dua di Spanyol. Mereka tersebar di Sporting Gijon, Numancia, Rayo Vallecano dan Real Valladolid.
Salem sendiri adalah penentu kemenangan Arab Saudi dalam laga terakhir melawan Mesir. Sebiji golnya di menit akhir membawa kemenangan 2-1 atas skuat negeri Firaun. Namun, hasil itu tidak cukup untuk membuat mereka melaju ke fase 16 besar setelah ditikung Uruguay dan Rusia.
Salah Berpisah
Catatannya apik juga, dua gol dan menjadi Man of The Match dalam partai terakhir Grup A.
Selain Salah (bermain di Liverpool), di Timnas Mesir yang sudah tujuh kali juara Piala Afrika itu ada juga Ramadan Sobhi (Stoke City), Mohamed El Neny (Arsenal) dikenal sukses menjadi bintang di Liga Inggris. Lalu ada Ahmed Hegazi (West Brom), Ali Gabr (West Brom), Ahmed El Mohamady (Aston Villa), Sam Morsy (Wigan) dan Omar Gaber (Los Angeles FC).
Pemain Mesir di Piala Dunia, laga pembuka tanpa Salah
Dari nama-nama tersebut, praktis hanya Salah di tim berjuluk The Pharaohs yang lebih menonjol. Tapi terbukti, satu pemain bintang saja tidak cukup mumpuni untuk lolos dari babak penyisihan. Di Piala Dunia, Mesir sudah lolos 3 kali yakni di tahun 1934, 1990 dan 2018. Mesir dilatih oleh Hector Cuper menargetkan minimal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Hasilnya, Salah pun harus berpisah dengan Piala Dunia kali ini.
***
Beranjak ke Grup B. Dua tim yang bernasib sama adalah Iran dan Maroko. Mereka gagal bersaing dengan raksasa Eropa yakni Portugal dan Spanyol. Keduanya juara Eropa, Spanyol juara pada 2008 dan Portugal baru dua tahun lalu, 2016. Praktis, selain keduanya, tim lain yang tergabung di sini bisa dianggap kejutan dan prestasi bisa lolos dari fase penyisihan.
Iran sendiri tidak kalah apik dengan Spanyol dan Portugal. Melawan para bintang seperti Cristiano Ronaldo, Quaresma, Pepe, Andre Silva, J Maria, Diego Costa, Davis Silva, Sergio Ramos dan David de Gea tak membuat nyali mereka ciut. Terbukti, mereka juga mampu mengemas empat poin di penyisihan, setelah menang tipis 1-0 atas Maroko, kalah dari 1-0 dari Spanyol dan bermain imbang 1-1 lawan Portugal.
Skuat Timnas Iran, kecewa berat dengan VAR
Iran, salah satu kekuatan besar di Asia. Mereka tercatat, pernah tiga kali jadi juara Piala Asia dan mendapat empat medali emas Asian Games. Singa Persia jadi negara yang disegani di sepakbola Asia. Negara Ayatullah itu pernah melahirkan beberapa pemain sepakbola yang sukses mengukir karir di Eropa seperti Ali Karimi, Javad Nekounam, Reza Ghoochannejhad, Mehdi Mahdavikia, Masoud Shojaei, Ashkan Dejagah, Daniel Davari. Lalu, Iran juga punya Ali Daei yang kini jadi pemegang rekor gol dengan 109 gol dari 149 laga.
Sejak pertama kali ambil bagian di Piala Dunia pada tahun 1978 silam, memang Iran tak pernah lolos penyisihan grup. Namun, sejak di tangani Carlos Queiroz, langkah menjanjikan dilakukan oleh Iran menyusul kelolosan mereka di Piala Dunia 2018. Iran lolos dengan status tidak terkalahkan pada babak penyisihan zona Asia.
Pindah ke Maroko. Tim The Atlas Lions ini berasal dari Benua Afrika. Dari 23 pemain yang di bawa ke negara Vladimir Putin, nyatanya 74 persen didominasi oleh para ‘pemain Eropa’. Artinya ada 19 pemain di antaranya lahir di negara Eropa.
Pemain Maroko di Piala Dunia, mayoritas kelahiran Eropa
Makanya tak heran, kalau Mehdi Benatia yang bermain untuk raksasa Italia, Juventus itu diketahui lahir di Courcouronnes, Prancis. Tercatat, Benatia memiliki seorang ayah dari Maroko dan ibu dari Aljazair. Lahirnya Benatia di Prancis sempat membuat dirinya membela Timnas Prancis U-18, sebelum memutuskan untuk membela Maroko.
Bintang Timnas Maroko lainnya yang juga lahir di Eropa adalah Achraf Hakimi. Bek kanan Real Madrid itu diketahui lahir di Madrid pada 19 tahun silam, dan besar di Ibu Kota Spanyol tersebut. Selebihnya, nama-nama pemain Maroko belum akrab di telinga publik. Makanya, bila sedikit bintang, tim akan sulit terus berkiprah. Semoga asumsi ini tidak salah. [bersambung]
Posted from my blog with SteemPress :http://www.pedagangkata.com/2018/06/26/butuh-tuah-pemain-bintang-di-piala-dunia-1/