Biasanya nonton TV ketika sulit tidur, pada pukul 00:00 wib ke atas; dini hari. Dan acaranya pun hanya seputar home shooping produk penambah kepercayaan diri wanita, misal produk pembesar dan pengencang payudara. Lantas ketika melihat produk itu, kesulitan tidur kian bertambah. Kemarin saat berada di kota aku sempat melihat film The Amazing Spider-Man di saluran Fox Movies Premium. Aku tak melihat bulan tadi malam, seadainya bulan ada dua, pasti akan sangat menyusahkan wanita.
Kini, selagi menuliskan ini, aku sedang mendownload film Norwegian wood, sebuah film yang diangkat dari sebuah novel karya Haruki Murakami. Aku sudah membaca novelnya dan penasaran ingin menonton filmnya. Tentu saja novel dan film adalah dua hal yang tidak sama. Biasanya jika sebuah novel yang kita sudah baca dan kemudian di-film-kan, tentu akan membuat kita kecewa. Pengharapan adalah sebuah kepastian, dan kekecewaan adalah sebuah hasil akhir. Tidak mungkin menyetarakan dimensi novel dengan film. Segala sesuatu memiliki dimensinya masing-masing.
Tentu saja sambil menulis ini dan menunggu proses downlod selesai, aku mendengarkan lagu. Lagu ini enak didengar tapi aku tidak tahu apa artinya, dilantunkan oleh suara merdu Meiko Kaji, judulnya: Lady Blue. Mungkin saja lagu ini seusia dengan Ratapan Anak Tiri. Lagu pop zaman dulu enak didengar walau pun kita tak paham artinya. Lagu sekarang seperti popok bayi dan pembalut, sekali dipakai langsung dibuang ke tong sampah. Hanya mengandalkan goyangan erotis dan busana seksi...
Aku paling tidak mau menerima permintaan pertemanan dari orang-orang partai, apalagi partai lokal(parlok). Aku paling senang mengajukan permintaan kepada teman-teman novelis, karena novelis suka membaca. Aku kurang membaca, setidaknya dengan berteman dengan mereka ada hal baru yang bisa ketahui. Beda politisi dengan novelis: politisi berbohong untuk menutupi kebenaran, sementara novelis berbohong untuk mengungkapkan kebenaran. Walau tidak semuanya begitu tetapi pada umumnya orang-orang partai(terutama parlok) di FB kerjanya hanya berbohong dan menyebarkan kebencian serta hasutan; provokasi. Dalam pandanganku orang yang demikian itu tak lebih dari impoten buta yang pura-pura paling berbakat atau penderita ejakulasi dini, baru 120 detik sudah Knock Out.
Saat aku melihat tulisan Premium, Biosolar dan Pertamax. Rasanya dinding kaca ini semacam membran ruang waktu pembatas sebuah dimensi. Mula-mula yang terbanyangkan di balik tirai kaca ini adalah Robocop klasik versi 1987; sebuah SPBU meledak ketika Murphy coba menangkap pembunuh yang telah membunuhnya. Selanjutnya yang terbayangkan adalah Man of Steel versi Zack Synider. SPBU adalah hotel mewah bagi para rider atau backpacker, lapak kerja bagi tengkulak atau peminta-minta. Ada juga anak perempuan kecil menjual sirih. Aku ke sini karena di Bulbeurgh mati lampu, suntuk di sana.
Tadi makan siang di depan TV, aku jarang sekali menonton TV di siang hari. Ada serial drama Turki. Menonton serial ini aku teringat teman-teman Turki di Unsyiah dulu. Mereka mudah berbaur dan cepat sekali bisa bahasa Indonesia. Mereka sering mengeluh ketika dosen tidak ada dan pada akhirnya minum kopi di kantin "I got nothing today, just wasting the time with a cup of coffee," ketus salah satu dari mereka.
Salah satu dari mereka bertanya padaku tentang apa yang aku ketahui tentang Turki. "Benim azim kirmizi," jawabku, saat itu aku baru baca beberapa bab
.>"Ahh, Orhan Pamuk."
Lalu kami bicata tentang bendera Turki yang mirip dengan bendera Aceh, aku menceritakan sebuah hikayat yang pernah aku dengar di kampung-kampung bahwa bendera Aceh adalah hadiah Turki kepada Aceh, agar tidak sama, maka kemudian ditambahkan sebuah pedang di bawah bintang dan bulan. Sepertinya hikayat itu diaminkan oleh seorang peneliti sejarah, orang itu menilis bahwa saat armada Aceh menyerang Portugis, armada Aceh masih memakai bendera Turki. Namun dari sebuah buku lain yang aku baca, bintang dan bulan itu adalah simbol pagan. Tentu kerajaan Ottoman yang bertanggung jawab atas penyebaran simbol itu ke seluruh dunia. Islam bukanlah simbol tapi esensi.
Nabi Nuh punya salah seorang anak yang bernama Yafit, Yafit adalah leluhur bangsa Turki, ia menurunkan Yahjuj wa Mahjuj, salah satu klan Yahjuj wa Mahjuj merupakan bangsa Turki.
"Jadi, maksudmu kami adalah keturunan Yahjuj wa Mahjuj?" ia bertanya. "Aku tidak bicara tentang keturunan, tapi tentang geografis" jawabku. Itu bukan pendapatku, al Hadist dan Injil berkata demikian. Ottoman itu belanga Dajjal, tungu dan bata api adalah Yahjuj wa Mahjuj(god and magod), bumbu dan rempah-rempahnya adalah orang Nasrani(Ortodok Timur). Orang muslim yang memasaknya, aromanya tercium ke berbagai penjuru dunia. Hasil yang dihidangkan adalah Saudi dan Israel.