Ditempat saya tinggal itu memang masih tergolong perkampungan biasa karena dari 200 bangunan rumah hanya satu bangunan saja yang mempunyai dua lantai, itupun bangun baru yaitu kantor kepala desa. Kampung kami ini berbatasan langsung dengan bibir pantai yang kira-kira hanya sekitar 300-350 meter saja dari bibir pantai.
Ketika terjadinya Tsumami dahsyat tepatnya tanggal 26 Desember 2004 kemarin itu semua bangunan di kampung saya ini rata dengan tanah dan hanya tersisa sekitar 5 rumah saja. Jadi jika terlihat bangunan dari foto semua itu adalah bangunan yang dibangun setelah Tsunami melanda Aceh. Dan Alhamdulillah semua ada hikmah dari setiap musibah besar, tetap semangat dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, Wassalam.