Tips Usaha Kuliner Maju Pesat Saat Pandemi
Tahu sendiri pas covid-19 hadir di negara kita, dampak yang terlihat kuat selain di sektor kesehatan, adalah juga di sektor ekonomi. Khususnya para pelaku usaha kecil dan perindustrian. Banyak teman yang kena PHK. Tidak sedikit saudara yang mengeluh karena omzet dagangan kulinernya drastis menurun. Iyalah, orang yang biasanya wara-wiri sejak adanya pandemi kan jadi dibatasi. Jam operasional warung sampai toko pun terbatas. Usaha kuliner yang biasanya ramai, jadi sepi pembeli.
Sepupu saya yang kehidupannya bergantung kepada usaha jualan tidak mungkin diam saja karena pemasukan yang ia dapat cuma dari usaha jualan makanannya itu. Ia sempat curhat ke saya, kalau usaha jualannya itu mau dionlinekan.
“Tolong buatkan infografis iklan yang menarik, ya Teh. Biar pesan antar makanannya jelas dan mudah dimengerti.” Katanya seraya memperlihatkan foto-foto jualan kulinernya di galeri ponsel. Saya menyanggupinya semampu saya.
Saat aturan PSBB banyak diterapkan kita memang tidak bisa banyak menuntut, ya. Selain mengikuti protokoler kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah. Saya setuju saja kalau sepupu saya memilih sistem jual beli pesan antar. Saya kira dionlinekan bisa jadi solusi demi menjaga usaha kuliner terus berjalan walau sedang pandemi dengan segala protapnya.
Setelah lebaran, saya tidak ketemu lagi dengan sepupu yang tinggalnya sekitar dua jam kendaraan dari lokasi tempat saya tinggal. Beberapa kali sih saya lihat di facebooknya ia selalu update status soal usaha kulinernya itu. Dan sepertinya terus maju. Alhamdulillah.
Kemarin saat ia pulang kampung karena libur panjang untuk merayakan HUT RI ke 75, saya baru ketemu lagi dengan sepupu. Ia cerita kalau usahanya mulai menggeliat lagi, setelah beralih ke sistem pesan antar daftar GoFood yang istilah sepupu saya bilangnya dionlinekan itu. Ya sepupu saya daftar GoFood online.
Tips usaha kuliner saat pandemi
Iseng saya tanya, apa tips suksesnya biar usaha kuliner tetap lancar meskipun sedang pandemi? Dengan senangnya ia memberitahukan.
Tips usaha kuliner saat pandemi versi sepupu:
1.Buat produk unggulan.
Apa saja yang mau dijual secara online? Pastikan kalau jualan makanan pilih menjual yang tidak mudah rusak, dan mudah dalam pengemasannya. Tentukan jenis makanan panas atau dingin. Jadi sepupu bilang sudah bisa membedakan dan mempersiapkan sejak awal untuk pengemasannya.
2. Bikin unik dan beda.
Seperti sertakan alat makan yang punya ciri khas. Pelanggan jadi terkesan. Bahkan sepupu saya cerita, ada konsumen yang beli beberapa kali makanan dari sepupu saya, cuma karena anaknya mau mengoleksi sendok dan garpu yang oleh sepupu saya memang dibuat unik dan beda.
Yang unik dan beda lainnya, mungkin seperti promosi harga paket, atau potongan ongkos kirim. Sepupu saya bikin “pengumuman” kalau pelanggan yang bisa kasih bukti sudah upload produk jualan sepupu di media sosial minimal tiga kali, maka pelanggan akan dapat gratis satu menu, bebas pilih.
“Wah, ga rugi tuh?” celetuk saya spontan
“Teteh kan sering bilang, upload di feed satu kali, rate-nya udah ada yang mencapai 250 ribu rupiah. Ini, saya cuma bayar mereka seharga satu menu yang harganya gak lebih dari 25 ribu rupiah. Padahal mereka tujuannya bukan iklan atau sponsored kaya Teteh. Dan ini tiga feed. Mana mereka murni pelanggan, lho!” Sepupu saya membela diri.
Wei, bener juga ya... Trik sepupu saya itu masuk akal juga. Aih, saya jadi malu... Wkwkwkwkk...!
Lewat Facebook dan Instagramnya, sepupu memang rajin ngasih info ke para calon pembeli tentang apapun terkait usaha jualan kulinernya itu. Di awal-awal memang sepi-sepi saja, tapi sebulan berikutnya, katanya mulai banyak respon. Apalagi saat New Normal diberlakukan, lalu pemberitahuan PSBB dijalankan lagi. Pelanggan yang memesan makanan ke sepupu mulai ada peningkatan.
3.Gunakan sistem pemesanan yang efisien.
Sepupu saya memilih menggunakan sistem pemesanan yang paling efisien. Ini supaya memudahkan, baik bagi pembeli maupun sepupu sebagai pedagang. Sepupu saya memilih sistem pemesanan yang sudah integrasi Point of Sale System dengan pengantaran pesanan makanan. Yaitu GoBiz dari Gojek. Sudah tahu kan ya? Kalau aplikasi ini dapat membantu para pelaku usaha dengan sistem pemesanannya yang sudah terintegrasi dengan fitur GoFood.
Mengapa perlu mendaftar GoFood?
Jamannya sudah serba canggih, mau tidak mau pelaku usaha harus pandai mengikuti arus teknologi. Kalau tidak, bisa-bisa diam di tempat, bahkan bisnis bisa tertinggal jauh. Apa-apa serba digital, demi memudahkan transaksi pelaku usaha harus menggunakan sistem digitalisasi juga. Penggunaan transaksi online melalui aplikasi pesan antar makanan ini salah satunya.
Mau jualan dijangkau pembeli dengan cakupan wilayah lebih luas? Mau pembeli lebih percaya dan aman karena transaksi bersifat digital dan transparan? Mau usaha tetap lancar meski pandemi sedang melanda? Ya bergabung dengan GoFood inilah tipsnya. Cara daftar GoFood juga mudah.
Dengan aplikasi GoFood, konsumen bisa dengan mudah menemukan produk yang kita jual hanya cukup melihat dari ponsel dalam genggamannya. Pesan, bayar, sampai. Mudah, bukan? Dan semua itu otomatis terekam dalam data transaksi. Jadi meminimalisir kekeliruan atau lupa.
Jadi apa saja manfaat GoFood?
Selain yang disebut sepupu saya di atas, ada banyak manfaat GoFood dalam kehidupan kita saat pandemi ini khususnya. Yang pasti meminimalisir transaksi tunai, yang rentan dengan penularan virus, salah satunya. Belum lagi banyak promosi, dan kemudahan lainnya.
“Cara daftar GoFood Online gimana sih?” Tanya saya polos. Asli tanya, lho. Soalnya di tempat saya, meski dekat ke Bandung atau ke Bogor tapi sampai sekarang kan belum masuk Gojek dan turunannya. Jadi beneran belum paham gimana kalau mau daftar gabung di GoFood, GoBiz, dan aplikasi lain turunan Gojek ini.
“Mudah Teh, kalau mau daftar GoFood, mah.”
Pengalaman Sepupu Cara Daftar Gofood Secara Online
Pertama masuk ke website gojek.com lalu lakukan pendaftaran pada menu registrasi GoFood. Untuk mendaftar ini siapkan email dan nomor hape yang aktif ya.
Langkah kedua tunggu verifikasi proses pendaftaran oleh tim Gojek. Biasanya waktunya gak sampai lima hari kerja.
Langkah ketiga, setelah data kita diverifikasi, maka kita tinggal melakukan tanda tangan kontrak. Perjanjian secara elektronik pastinya. Penandatanganan ini dilakukan di DocuSign.
Langkah keempat, pembuatan akun GoFood dan GoBiz kita oleh tim Gojek. Tunggu sampai akun GoFood atau GoBiz kita itu diaktivasi oleh Tim Gojek.
Langkah kelima atau terakhir, kita tinggal berjualan deh di GoFood. Tunggu pemesanan dan lakukan transaksi di aplikasi pesan antar makanan. Mudah bukan?
Cara daftar GoFood online
Terakhir pesan dari sepupu saya sih, kalau jualan kuliner pakai sistem food delivery, berhubungan saat pandemi, jadi penjual harus bener-bener pastikan kebersihan dan pengemasan makanan. Gak hanya dalam soal packaging, tapi juga saat pengolahan dan proses kerja. Meski pelanggan ga lihat gimana pengolahan di dapur secara langsung, tapi kejujuran ini jadi kunci utama dalam bisnis dagang.
Mau ikutin langkah sepupu saya dalam berjualan makanan secara online? Silakan. Semoga berhasil ya...
Posted from my blog with SteemPress : http://tehokti.com/tips-usaha-kuliner-maju-pesat-saat-pandemi.html