PUASA kali ini dua anak saya tidak bisa ikut berpuasa di rumah seperti tahun-tahun kemarin. Anak yang nomor dua, laki-laki, sudah setahun kuliah di Banda Aceh. sejak menjadi bagian dari mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Syiah Kuala, dia sudah sering tinggal di Banda Aceh ketimbang di Lhokseumawe.
Lebih lagi setelah kuliah tatap muka sudah berlaku penuh, sejak beberapa bulan yang lalu. Sejak saat itu, dia nyaris tak pernah pulang lagi. Termasuk ketika awal puasa seperti sekarang.
Pada hari Kamis malam kemarin, giliran si sulung yang berangkat. Putri saya ini sesungguhnya sudah sering tak puasa di rumah. Karena sejak menamatkan sekolah menengah atas, dia memilih untuk kuliah di Kuala Lumpur. Bahkan di penghujung masa kuliahnya, dia sempat berpuasa di Limoges, Perancis karena mengikuti program pindah kuliah ke Université de Limoges selama satu semester.
Sekarang dia mendapat panggilan untuk mulai mengikuti training di Bandung di perusahaan yang dilamarnya.
Saya dan istri sudah dua hari dengan hari ini menjalani sahur dan puasa dengan dua bocil. Anak kami yang nomor tiga dan empat. Tentu saja ada rasa yang hilang setelah sekian lama kami bis amenjalani puasa satu keluarga penuh.
Namun hal ini tidak terlalu menjadi pikiran bagi saya, karena jauh-jauh hari hal seperti ini sudah kami prediksi akan terjadi. Saat anak-anak tumbuh dewasa, mereka akan menjalni kehidupan mereka masing-masing. jauh dari rumah dan orang tua adalah sebuah hal yang pasti akan terjadi. Khusunya bagi mereka yang ingin menuntut ilmu dan bekerja di luar kota.