Katak dalam tempurung terpana melihat cakrawala media sosial. Benaknya tak kuasa menampung luahan opini dan makrifat, ia pun kembali ke dalam geluknya. Sekian ;)
Katak dalam tempurung terpana melihat cakrawala media sosial. Benaknya tak kuasa menampung luahan opini dan makrifat, ia pun kembali ke dalam geluknya. Sekian ;)