"Innama ‘amalu binniyah…". Semua perbuatan tergantung niat, begitu kira-kira arti dari potongan hadist shahih riwayat Bukhari dan Muslim yang mengandung pesan tentang hijrah. Karena kita akan membahas tentang steemit dan tidak sedang membahas tentang ilmu hadist, jadi bila ingin tahu lebih lengkap tentang hadist ini silahkan Anda cari dan baca dalam buku-buku tentang hadist.
Kembali ke steemit. Sudahkah Anda bertanya pada diri sendiri, apa niat Anda ketika memutuskan ber-steemit? Kalau Anda sudah bisa menjawab dengan tegas dan jujur niat ber-steemit, itu artinya Anda sudah mengawali langkah pertama dengan benar. Tapi kalau Anda belum punya niat, dan masih ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan di atas, maka sebaiknya Anda luruskan dulu niatnya, sebelum melangkah lebih jauh, sebab Anda akan membuang waktu, pikiran dan tenaga yang sia-sia nantinya.
Niat tidak mungkin terjadi begitu saja, sebuah niat adalah hasil dari sebuah pengetahuan, pengalaman dan perencanaan. Ketika Anda berniat hendak berangkat dari Banda Aceh ke Sigli, itu artinya ada proses yang terjadi sebelum ada niat, dan saat sudah memutuskan untuk ke Sigli, itu artinya Anda sudah punya perencanaan tentang apa yang akan Anda lakukan di Sigli, mungkin Anda mau ketemu steemian Pidie , atau mau ziarah ke makam Daud Beuereueh, atau mau jalan-jalan ke Tiro, tanah kelahiran Hasan Tiro sambil wisata kuliner dan seterusnya.
Luangkan waktu untuk evaluasi niat Anda, sebelum menghadapi dan mengarungi lautan steemit. Foto: .
Dalam melakukan apa saja, jika niat belum tegas dan benar maka Anda akan selalu bertemu dengan yang namanya keraguan, kegamangan dan kebingungan. Orang yang peragu dan bingung akan mudah tertipu dan terjebak dengan iming-iming dan ikut arus meski ia tidak tahu apakah arus itu akan membawanya ke jurang atau ke tepian.
Untuk bisa mendapatkan niat yang tegas dan benar dalam ber-steemit, tentu Anda harus tahu sebanyak mungkin tentang steemit, makin lengkap informasi yang Anda peroleh maka makin mantap niat Anda, tapi kalau Anda malas membaca dan tidak mencari tahu tentang steemit, sudah bisa dipastikan Anda tidak akan punya kemampuan untuk mendapatkan niat yang benar, dan kalau Anda paksakan tetap ber-steemit maka Anda pasti akan jadi steemian yang ikut arus dan akhirnya terombang-ambing seperti buih di lautan.
Lautan steemian memang terlihat sangat indah, tapi maukah Anda hanya menjadi buih?. Foto: .
Bila Anda sudah memahami dasar-dasar dan pengetahuan yang benar tentang steemit, lalu memiliki niat yang tegas dan benar, maka Anda akan bisa menikmati perjalanan dengan steemit, dan sebuah perjalanan tentu saja selalu ada jalan yang mendaki dan jalan yang lurus, selalu ada suka dan duka. Semua itu tidak akan membuat Anda ragu, bingung atau ngambek sebab Anda sudah punya niat dan tujuan yang jelas. Steemit itu sederhana, yang bikin sumpek itu masalah di luar steemit. Jadi, luruskan niat dan nikmati perjalananmu. Kalau kata Gus Dur, “gitu aja, kok repot?! ☺