Judul di atas saya sadur dari sebaris puisi WS Rendra yang berbunyi: "Tanpa oposisi kita akan sepi dan onani". Saya mengganti kata "oposisi" dengan "kebersamaan" dan "kita" dengan "Steemit".
Sekilas tampak makna oposisi dan kebersamaan berseberangan, namun sesungguhnya tidak sama sekali. Kebersamaan tidak menampik perbedaan, justru perbedaan dibutuhkan untuk membangun kebersamaan, dengan perbedaan dan oposisi kebersamaan akan menemukan kekuatan yang melahirkan gagasan dan ide-ide inovatif dan kreatif. Untuk itulah dalam skema masyarkat demokratis, oposisi dibenarkan adanya.
Sebulan lebih mengarungi samudera Steemit, saya menemukan dinamika yang sangat atraktif, perasaan yang fluktuatif dan jumlah upvote yang variatif. Realita ini bagi saya sangat menantang dan menyenangkan, sebab hidup yang datar-datar saja adalah hidup yang membosankan. Adanya susah, senang, gembira, sedih, untung dan rugi membuat hidup bergairah dan menemukan indahnya arti berjuang.
Dalam narasi berjuang untuk mencapai kesuksesan inilah irama kebersamaan dibutuhkan dalam ber-Steemit agar bahtera yang dihuni para steemian dari seluruh dunia ini dapat terus berlayar mencapai tujuan. Dengan semangat kebersamaan maka semua steemian akan bisa merasakan manfaat dari Steemit.
Komunitas Steemit Jakarta, berkumpul merajut kebersamaan.
Steemit yang merupakan platform media sosial yang berbasis blockchain dengan berbagi reward dalam wujud uang kripto tak mudah untuk diarungi tanpa komunitas. Kehebatan dan keahlian yang kita miliki tidak akan ada artinya saat kita mulai memasuki dunia Steemit. Semua steemian harus mulai lagi dari nol dengan memperkenalkan diri dan mulai menunjukkan karya serta keahliannya sembari membangun jaringan pertemanan baru. Belum lagi hal-hal teknis yang harus dikuasai terkait blockchain, steem power, perbedaan steem dan SBD, cara mencairkan uang kripto, dan seterusnya. Semua ini akan sulit sekali untuk bisa dipelajari dan dijalani tanpa bantuan komunitas. Dan memang dalam era digital dan kreatif kekuatan komunitas dan sub komunitas adalah kunci untuk membuka pintu gerbang dunia baru yang semakin maju dan semakin tak berbatas.
Maka dari itu, kesadaran berkomunitas menjadi penting dalam ber-Steemit dan untuk menjaga kerukunan dalam komunitas dibutuhkan kebersamaan. Kebersamaan tidaklah mudah untuk dijalankan, karena dalam komunitas pasti akan bertemu berbagai jenis pemikiran, beragam latar belakang suku dan agama, perbedaan dalam jenis profesi dan pendidikan dan lain sebagainya.
Bagi yang sudah berpengalaman dalam berorganisasi mungkin tidak sulit untuk menyikapi berbagai perbedaan dalam sebuah komunitas, tapi dalam komunitas steemian tentu tidak semuanya punya pengalaman yang matang dalam berorganisasi, untuk itu perlu kita renungkan kembali beberapa hal tentang bagaimana agar kebersamaan dapat terjaga dan menjadi kekuatan bagi steemian sekalian.
Menurut saya, beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk merawat kebersamaan adalah saling mengontrol ego, menyatukan visi dan misi, menjaga prinsip kesetaraan dan keterbukaan, tidak primordial, kerelaan utuk saling membantu, tidak memperbesar konflik kecil menjadi masalah besar, saling memaafkan dan menjalin komunikasi yang baik antar sesama anggota komunitas. Dengan menjalankan prinsip-prinsip tersebut maka sebuah komunitas akan memiliki kekuatan untuk mencapai kemajuan bagi semua anggotanya. Sederhanya, kita bisa mengingat kembali kisah sebatang lidi yang bersatu dalam kebersamaan menjadi sapu. Sebatang lidi sangat gampang dipatahkan, tapi sebuah sapu bukan hanya tak bisa dipatahkan namun juga sangat bermanfaat.
Malam ini saya menemukan indahnya kebersamaan bersama di Cangkir Sembilan. Kami saling bertukar informasi dan berkat kerjasama yang solid antara saya dan
kami akhirnya mampu membuat
bergabung dan aktif di Steemit dan dengan demikian bertambah lagi kekuatan komunitas steemian Indonesia. Dalam pertemuan yang ditemani kopi, gado-gado dan pisang goreng tadi,
sangat tulus berbagi pengalamannya dalam ber-Steemit kepada saya dan kepada pendatang baru
. Ibet adalah seorang perempuan yang sangat tekun dalam mencapai cita-citanya dan tangguh dalam menjalani hidup. Ia bekerja di sebuah NGO dan juga seorang penulis dan pembaca puisi yang profesional.
Mari terus perluas jaringan komunitas Steemit ke seluruh Indonesia dan perkuat kebersamaan. Sebab tanpa kebersamaan, Steemit akan sepi dan onani...