Actually, saya sudah menebar kabar tentang pesona Steemit kepada banyak orang sebelum Abang menyarankan saya menyebarkannya ke semua ruang. Beberapa sempat terekam kamera, beberapa luput begitu saja sebab seringkali hal tersebut saya lakukan begitu saja, tanpa rencana. Kadang di sela bicara panjang lebar, kadang di tengah canda, kadang pula ketika habis tawa.
Sebagai Steemian yang baik dan budiman, saya merasa bahwa menyebarkan kabar tentang Steemit adalah suatu kewajiban. Belum lagi mengingat di Steemit kita semua punya satu power khusus yang berpengaruh, yaitu community power. Orang-orang yang diajak masuk tentu saja akan jadi followers kita. Dan jika kelak akun mereka besar, setidaknya postingan kita sudah berada di feed mereka. Untung-untung nanti mereka melabuhkan vote pada postingan kita, kan nambah juga meski bernilai nol koma.
Pada kunjungan pertama, saya meneruskan gerakan mbak sudah berhasil memengaruhi
, ketua IKAPA (Ikatan Pemuda Aceh Bandung) untuk bergabung.
Diam-diam saya juga menggoda dan
untuk merapat ke Steemit. Dengan beberapa bantuan kecil, ketiganya sudah punya akun.
Di asrama Belimbing, saya berjumpa dengan bang Irvan, seorang mahasiswa S2 Hukum di Unpad, Bandung. Beliau ternyata pemain bursa saham. Luar biasa. Saya hampir tidak berani banyak cerita. Sepotong dijelaskan, ia bergerak dua potongan. Saya masih menjelaskan bagian SBD, dia sudah mencari Criptocurency, Bitcoin, dan lain-lain. Dia memastikan diri untuk bergabung. Saya yakin dia bakal cepat berkembang jika sudah mulai menjadi Steemian.
Selanjutnya, membantu Cutkak untuk meyakinkan
, putrinya membuat postingan perdana di akun yang sudah beberapa waktu ia punya. Berulang kali diyakinkan, semalam ia luluh juga dan sudah membuat postingan perkenalan.
Di Gateway Cicadas, beberapa hari lalu saya sarapan dengan seorang lelaki asal Medan bernama Issac. Bicara panjang lebar hingga ghibah, menyusur ke lembah Steemit pada satu bagian pembicaraan. Dan begitulah, beliau tertarik meski masih setengah paham. Memang agak sulit melukis di atas air.
Tapi setidaknya beliau sudah mendownload aplikasi Esteem di Play Store. Semoga saja segera mendaftar. Sebab kita tidak pernah tahu umur, kan? Setidaknya jika waktu membuat kami cepat terpisahkan, Isaac sudah pernah merasakan nikmatnya jadi seorang Steemian. 😂😂😂