Pagi menjelang siang di hari selasa masuk panggilan di gawaiku dari bang “hendra, bang ayi ada di Banda aceh, nanti siang kita ngopi ya?”,
“Baik bang, kebetulan bang ada di banda aceh, pas kali kita ngopi”. ya ngopi, salah satu alasan paling tepat untuk mendapatkan ilmu sambil berdiskusi dan ngopi di warung adalah sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dimanapun bagi kami pecandu kopi.
segera kutelpon tapi panggilan tidak terjawab, mungkin dia sedang sibuk, tidak lama kemudian WA ku masuk pesan dari bang@bahagia-arbi “sorry bro, terlalu lelah tadi acara di asrama haji, ini sedang menunggu bang ayi menjemput di hotel, jadi kita ngopi siang ya”. ternyata mereka sudah terkoneksi sebelumnya untuk ngopi bareng. Beberapa hari sebelumnya bang arbi pernah chat di grup WA KSI-chapter Bireun kalau akan ke banda aceh dan mengajak untuk bertemu.
Moorden kupi, sebuah warung yang saya yakin belakang warung itu bersebelahan dengan bantaran sungai krueng aceh menjadi pilihan setelah kebetulan beliau adalah ketua KSI chapter Banda aceh mengarahkan, disitu aja agar lebih leluasa. Saya meluncur segera karena bang ayi dan bang arbi sudah duluan sampai disana. Pertemuan langsung menjadi akrab walaupun saya baru pertama sekali bertemu bang arbi, terlihat bang arbi duduk bersebrangan dengan bang ayi, saya memperhatikan mereka asik berdiskusi sambil sesekali
mencukeh tombol di laptop mereka, tiba-tiba gawai bang arbi berbunyi dan dia berbicara sambil bercanda, kemudian gawainya diserahkan kepadaku ternyata di dokter bersay hello dan aku menagih bang razak untuk ngopi kalau dia ke banda aceh suatu hari nanti. nambah lagi silaturahmi dan kawan ngopi sambil belajar steemit.
[dok. pribadi]
Tidak lama datang dan diskusi dengan bang arbi lebih menjurus bagaimana trik cara menulis yang rapi dan bagai mana trik cara menulis dan membagikan foto agar bisa tersusun kiri dan kanan, untuk kami pemula ini menjadi menarik karena selama ini hanya terpesona melihat blog orang orang yang menarik perhatian karena susunan tulisan dan gambar menjadi menarik kali kita membacanya.
Segera saya ambilkan foto untuk memberitahukan kepada grup wa bahwa kami sudah di lokasi, tidak lama kemudian bang adi warsidi merapat setelah ashar dan diskusi menjurus ngerumpi, bang adi warsidi adalah tempat saya bertanya bagaimana menulis dengan benar, terkadang juga bang adi tempat saya bertanya bagaimana menyikapi persoalan dengan benar!
tapi untuk kali ini saya tidak memperdulikan tulisan saya ini benar atau salah secara EYD, saya hanya ingin menuliskan kejadian Ngerumpi kejadian keseharian yang lucu di Steemit dan posting yang menarik perhatian mereka.
[dok.Pribadi]
Bang datang, langsung di todong oleh bang @Ayijufridar agar dibuatkan semacam logo atau banner yang bisa dicetak sebesar bendera sedang ukurannya agar ketika bang ayi mereview sebuah hotel tempat dia bermalam ada jejak atau cakar yang menunjukkan bahwa bang ayi sedang berada disitu, dia kerepotan harus memoto laptop nya yang ada logo steemit di setiap hotel yang di singgahi, oh ya bang orcheva ini ahli dalam design dan kalau ada yang butuh design dengan sentuhan indah silahkan japri langsung, jangan khawatir dia orang aceh kok, tidak seperti pengalaman yang pernah dia ceritakan bahwa ada steemian yang saya sembunyikan namanya pernah komentar di postingan beliau dengan bahasa inggris yang sepertinya dipaksakan translate, berkenalan dan berdiskusi seakan akan orcheva itu orang spanyol atau yunani atau prancis atau orang luar negri lah pokoknya, padahal siorang yang mengajak berkenalan tersebut juga orang aceh. 😂
[dok.Pribadi]
Setelah jam kantor pulang merapat ke warung tempat kami berkumpul dan duduk di samping bang ayi, ada yang ditanyakan oleh bang ayi sambil menunjuk ke arah laptopnya, sepertinya ada hal yang agak ngejelimet di pendengaranku dan itu diskusi tinggi yang otakku belum kesampean ilmu steemitnya.
Bang datang hampir beriringan dengan kemal, dan diskusi pun eskalasinya menjadi tambah seru apa itu blockchain dengan renyah dan mudah ditalar menjadi diskusi yang mengalir, kutipan yang terpatri dikepalaku “dari humanisme ke dataisme” bang risman merespon gerakan bang arbi yang memotret setiap sudut warung kopi moorden , dia menjelaskan ya seperti arbi lakukan, semuanya di foto dan foto itu menjadi data yang objektif untuk diceritakan, bukan berdasarkan pikiran dan perasaan si penulis dalam menjabarkan.
[dok.Pribadi]
Nazar sang dan
bergabung setelah magrib, diskusi menjadi semakin dinamis, nazar sebentar lagi akan menikah, (informasi ini saya sampaikan agar para gadis segera mengalihkan rasa hatinya dari dia, jangan lagi dia. carilah lelaki jomblo yang lain saja). Nazar menyerap secara serius ketika beberapa abang abang itu menceritakan foto foto mereka yang terkadang terpotret secara tidak sengaja maupun disengaja dengan beberapa gadis cantik dan bagaimana cara mereka menyelesaikan potensi konflik bilateral yang cenderung akan terjadi “perang dunia”. silahkan tanya nazar, dia belajar banyak dari beberapa kejadian para senior dalam membela diri.
[dok ]
istilah flag atau bendera juga menjadi cerita konyol kami malam itu, abang abang itu sering ditanya oleh beberapa steemian yang memasang flag di postingnya sendiri. aku juga ikut tertawa lepas padahal aku juga menertawakan kebodohanku yang pernah mem-flag diriku sendiri tanpa tau apa arti flag itu,
tapi itu dulu, aku kirain bendera itu kalau kita tekan menjadi warna merah agar memudahkan dan menarik perhatian orang lain dalam melihat postinganku.
Sepanjang kami ngerumpi dan dan diskusi ringan malam itu aku lebih banyak mendegar, dan tertawa karena celetukan canda dan kisah yang diceritakan oleh mereka, terus kurekam dan kucoba untuk memposting kisah ngopi hari selasa itu.
Ada sesuatu yang kudapatkan setelah aku ber steemit ria, persahabatan itu tidak hanya di alam maya, dan persahabatan itu didapatkan di alam nyata. “Steemit menyambung persahabatan dan silaturahmi”.