Selamat pagi steemians..
Dahulu kala, kala kehidupan manusia kuno masih bertani dan berburu, semua perkembangan terasa lambat. T. Jacob dalam buku Manusia, Ilmu Dan Teknologi Pergumulan Abadi Dalam Perang Dan Damai (Yogyakarta:1988,19) menyatakan bahwa sejarah manusia sebagai pemburu dan peramu dalam masyarakat kuno mengalami perkembangan kebudayaan yang lambat, selanjutnya perkembangan peradaban manusia mulai terakumulasi dan terinteraksi dengan adanya beberapa revolusi yang terjadi dalam bidang pertanian dan revolusi industri.
Masih dalam buku yang sama disebutka bahwa salah satu revolusi yang paling populer adalah revolusi yang terjadi pada abad 20. Berbagai loncatan-loncatan penting dalam sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penemuan dan penciptaan terjadi silih berganti, sedangkan informasi ilmiah diproduksi dengan cepat, semua itu pada gilirannya memerlukan teknologi.
Namun kemajuan-kemajuan tersebut ternyata menimbulkan kecemasan kebanyakan para filusuf, seperti yang di kemukakan oleh Rizal Muntansyir dan Misnal Munir dalam pengantar bukunya Filsafat Ilmu (Pustaka Pelajar : 2006, 5) yang menyatakan bahwa kecemasan yang menghinggapi benak kebanyakan para filusuf yang berkenaan dengan kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin menghilangkan jati diri manusia, Pertama adalah alasan historis (dosa sejarah), di mana pengikut renaissance yang telah memisahkan antara aktivitas ilmiah dengan nilai-nilai keagamaan di masa lalu hingga menjadikan ilmu bergerak tanpa kendali dan kering dari rambu-rambu normatif. Kedua, alasan normatif, bahwa orientasi akademik mengalami pergeseran dari wilayah keilmuan ke wilayah pasar yang cenderung profit oriented, sehingga demi uang segolongan ilmuan tidak segan-segan melanggar kode etik ilmiah.
dua kata diantara hasil evolusi dan revolusi adalah PROSES PERUBAHAN dan KESUKSESAN.
Proses Perubahan
Selama ini dunia steemit kita kenal adalah dunia yang dihadirkan oleh teknologi blockchain, semua struktur data tersimpan dan tidak dirubah kecuali ditambah, meskipun kemudian membuka diri dalam bentuk media sosial. Kehadirannya tidak dapat dipungkiri adalah karena iming-iming keuntungan materi, meski untuk kepentingan lain juga bisa. Sebagai media sosial yang merupakan produk dari ilmu pengetahuan dan teknologi, steemit tampil dengan sebuah sistem yang kaku dimana kekakuan tersebut sangat berguna untuk melindungi penggunanya.
Disinilah kemudian pengguna dituntut agar bijak mempergunakannya, sebagai teknologi yang merupakan hasil rekayasa manusia, steemit bukan saja mengejar keuntungan namun juga kemanfaatan. Apalagi jika dikaitkan dengan status kemusliman penggunanya. Saya pada akhirnya setuju kemudian dengan istilah "islamisasi steemit" dalam literasi terbatas pada etimologi yang bermakna membawa kedamaian dan keselamatan. Harusnya setiap konten yang akan kita sajikan membawa pesan damai dan bermanfaat bagi pembacanya dan kita sebagai pengguna selamat dari pertanggungjawaban ukhrawi, sehingga apa yang dikhawatirkan oleh para filusuf tadi tidak akan pernah terjadi. Jati diri pengguna steemit tetap menjadi pengontrol dari teknologi bukan sebaliknya sebaliknya mata steemian dibutakan oleh kepentingan dan keuntungan.
Kesuksesan.
Sejatinya kesuksesan selalu menjadi hal yang sangat penting bagi setiap steemians, namun kesuksesan tersebut tidak terbatas kepada nominal SBD dan Steem Power yang seabrek dan jumlah follower yang berjibun dari pemanfaatan teknologi crypto. Namun kesuksesan dari sisi kemanfaatan konten serta dampak positif yang bisa ditularkan kepada orang lain dengan adanya hasil dari mencangkul dan menambang di steemit juga sangat menentukan keberlangsungan teknologi ini.
Inilah yang menjadi dasar kegiatan Sosialiasi Steemit dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim yang diprakarsai oleh Komunitas Steemit Indonesia #ksi Chapter Aceh Jaya, Forum Aceh Menulis (FAMe) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Aceh Jaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2018 tersebut diadakan di Warung Kopi Express. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sisi lain dari #steemit seperti yang penulis sebutkan diatas.
Express secara bahasa berarti cepat dan ringkas, ini pula yang membuat #ksi aceh jaya secara responsif berusaha menangkap isu kehilangan jati diri di steemit diatas. Secara cepat isu ini menjadi isu utama dan dibahas dalam waktu yang singkat, pun demikian secara aklamasi (cepat dan ringkas) di daulat sebagai ketua dan orang yang paling sibuk mempersiapkan acara ini demi sebuah tujuan bersama yaitu positivasasi steemit.
Kehadiran anak-anak yatim ini bukan saja memberi arti lebih dari sebuah amalan keislaman seseorang, namun jauh dari itu bahwa berusaha menyadarkan steemian aceh jaya bahwa apapun kegiatan dan apapun keuntungan yang selama ini diperoleh dari steemit dan pekerjaan lainnya yang menguntungkan untuk tidak lupa BERBAGI. mengapa ? Karena uang dan SBD bisa dicari, tapi keberkahan harus selalu berjalan beriringan dengan profit oriented.
Akhirnya atas nama Komunitas Steemit Indonesia Chapter Aceh Jaya kami mengumandangkan "Mari kita bawa arah steemit ini ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan identitas keislaman dan jati diri manusia".
https://steemit.com/@nuryriana
https://steemit.com/@vawzyaa
https://steemit.com/@darmacanaya
https://steemit.com/@muhammadrivaldy
https://steemit.com/@chairiramli
https://steemit.com/@hamdanirz
https://steemit.com/@rangkang.blang
https://steemit.com/@rizkimuammar
https://steemit.com/@yusufbaruna
https://steemit.com/@yusranzam
https://steemit.com/@nurm
https://steemit.com/@khaimi
https://steemit.com/@seumalu
https://steemit.com/@hendrayana
https://steemit.com/@kbsrelation