Steemenenten bersyukur masih dipercaya pihak sekolah untuk berdiri memberi sepatah dua kata di depan siswa yang mengikuti upacara bendera. Hari senin itu indah karena upacara bendera. Apalagi jika pembina upacara dari pihak tentara semacam komandan koramil. Yang dalam sambutannya menyisipkan ideologi bela negara dengan mengajak siswa untuk menjadi patriot bangsa. Yang jika gugur, akan menjadi kesuma bangsa.
Steemenenten tentu bukanlah anggota BABINSA. Steemenenten hanyalah pegawe rendah yang kebetulan masih diberi kepercayaan. Tahukah kamu wahai steemian? Steemenenten tak tinggal diam untuk tidak menyisipkan pesan #promo-steem. Mengajak siswa untuk mencari uang jajan dengan menghasilkan konten kreatif. Siapa tahu, kelak mereka menjadi generasi pencipta. Bukan generasi pengguna seperti kita yang bahkan telur dadar saja harus impor.
Sekolah semestinya bukan hanya jadi ajang hafal menghafal mata pelajaran. Anak-anak harus diajarkan cara mencari uang. Kan, setelah tamat nanti mereka cari uang juga. Kita curiga, karena tak diajari cara cari uang, mereka korupsi uang publik dengan jalan haram. Ini menyedihkan sekali wahai handai taulan sekalian.
Asumsi kita, dengan bermain steemit, uang jajan bisa bertambah tanpa memberatkan orang tua.
Salam Senin hampir Selasa
STEEMENEN10
Behind