mengintip rumahmu lebih dekat, aku gemetar
betapa tugas steem ambassador bukan perkara haha hihi, bukan perkara selfi
aku hanya seorang madura yang menyukai puisi, sesekali menulis cerpen, sesekali menulis pantun, sesekali menulis esai dan tahun 2017 lalu saya telah menghasilkan dua lukisan percakapan semesta dan alief yang tertanam
aku hanya seorang madura, sembilan tahun nyantri di pesantren al-amien prenduan yang hanya ditanya mana buku puisi puisimu, oleh kiaiku
aku tak pernah menyangka apa yang ditanyakan kiai, ternyata adalah tiketku jadi seorang santri yang alumni
hanya dalam dunia puisi, aku berani memperkenalkan diri sebagai santri al-amien dan alumni al-amien prenduan
Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) adalah rumah terasyikku dalam bekarya. Dulu, dulu sekali sekali duduk dua cerpen bisa kuhasilkan.
aku tak pernah tahu laju takdir, yang kutahu terus bergerak dan bergerak sejauh yang kubisa. Memberi yang bisa kuberi
kutahu betapa berat tugasmu jadi steem ambassador, jaga stamina, jaga kesehatan.
, aku hanya seorang madura, berkenalan dengan steemit dan mencari kemungkinan yang bisa kukembangkan, ternyata banyak steemian yang melaju dengan cepat dan aku sangat bahagia, fastabiqul khairat benar-benar hidup di sini
steemit menjadi bagian dunia kreativitasku yang menyenangkan. Aku tak hanya bisa berpuisi, juga bisa mengasah kegemaranku dalam fotografi, juga berlatih mengasah hobiku mengulas puisi. Mengulas dengan caraku sendiri
Aku bahagia dengan
yang begitu piawai menggali yang ada di sekitar, berwacana dan berbagi solusi. Aku bahagia dengan
yang sibuk namun tak lupa memberi panduan mengenal steemit dengan baik.
Aku juga pada
ketika menguraikan hasil event pemberian delegasi 200 SP yang akhirnya didapat
, tak terlalu mengintervensi apa yang mesti diperbuat dengan 200 SP,
hanya mengungkap kemungkinan yang bisa dilakukan oleh penerima 200 SP dan membebaskan penerimanya melakukan yang layak dilakukan dalam pandangan sendiri.
, aku semakin paham tentang steemit.com ini ada. Adanya bukan untuk maju sendiri melainkan maju bersama. Berkembang dalam komunitas dan memberi warna karya tanpa harus saling mencela
terus aku amati laju steemit ini, ternyata di Indonesia harus punya whale dan steemstar serta steem ambassador yang mesti memberikan dukungan pada karya-karya berbahasa Indonesia, karena dalam pengamatanku kita terlalu silau keluar hingga lupa membangun kekuatan dari dalam.
aku temukan bibit promo-steem yang menarik, lihat, lihatlah akun
juragan kopi yang desainer, steemian yang energik berpromo steemit. Pada
kutemukan perempuan yang periang dan humanis, bila sedang bersteemit dan mengenalkan steemit sangatlah asyik.
Aku terus membaca, steemian Indonesia yang terus bergerak, berdaya dan penuh kreasi. Potensi yang patut kita sukuri. Bekal yang baik bagi masa depan steemit di Indonesia.
Membangun tenaga yang besar yang juga sangat menghargai karya-karya steemian berbahasa Indonesia karena tak semua steemian Indonesia mahir berbahasa Inggris
Mungkin ini yang bisa kutulis, surat dari seorang madura untukmu
yang menjadi bagian steem ambassador, kusampaikan padamu bukan karena ingin disorot steemian lain, tetapi lebih pada tumbuh kembangnya dan masa depan steemit di Indonesia, aku yakin steemian Indonesia juga banyak yang berkualitas.
Madura, 23 April 2018
Moh. Ghufron Cholid||