Saya mengenal secara tidak sengaja di Facebook beberapa tahun lalu. Saat itu ianya sedang menempuh studi dokter bagian dalam --saya sudah lupa istilahnya-- di Palembang. Sungguh saya tidak mengira bahwa Pak dokter --saya memanggilnya demikian, kadang-kadang-- adalah seseorang yang seharusnya saya kenal jauh sebelumnya.
Bagi saya dan orang Teupin Mane, ayah dokter muda nan ramah ini merupakan sosok yang tidak asing. Almarhum Toke Amat adalah seorang petani kaya yang sering memperkerjakan warga gampong saya sebagai pekerja lepas di ladang kedelai. Namun, kala itu nyaris kami tidak mengenal Razack. Abangnya Pak dokter yang bernama Razali, yang akrab dengan kami.
Dokter Razack merupakan seorang anak bangsa kelahiran Juli, dan aktif dalam berbagai dinamika kala masih kuliah. Saya terakhir mengetahui bahwa dirinya pernah belajar di LSM Tikar Pandan, Banda Aceh, untuk kelas menulis. Hasil dari sekolah itu, terlihat sampai sekarang. adalah salah seorang dokter yang mampu menulis apa saja dengan baik.
Di dunia persteemian, Pak dokter merupakan salah seorang yang saya anggap sebagai duta Steemit. Ia dan bg serta
, adalah the three Musketeers di dunia Steemit Bireuen.
Seperti yang pernah saya ceritakan tentang Bang Bahagia Arbi dan dokter Purnama, Pak dokter juga bahagian generasi muda cerdas reformis yang mementingkan kemajuan bersama. Ini bukan saja di Steemit, jauh sebelum itu, Razack Pulo adalah dokter yang ramah, komunikatif serta low profile. Ia kerap cekatan membantu orang lain, ketika diberitahu.
Di Steemit dokter Razack juga mentor bagi Steemian muda (junior). Dia kerap berbagi pengetahuan, trik dalam apapun yang terkait dengan Steemit. Saya sendiri kerap menjadikan dia sebagai tempat bertanya. Dia dengan gaya guru bersahaja, akan memberikan penjelasan. Gayanya santai, cool dan Hana meucawo-cawoe.
Akhirnya, semoga Pak dokter diberikan kesehatan oleh Allah dan tetap menjadi dokter yang peduli kepada siapa saja dan mengabdi untuk kemanusiaan. Serta tetap menjadi duta Steemit bagi kemajuan bersama. Bersama kita bisa.