1.Hobi
Alasan pertama bergabung ke steemit dikarenakan di platform ini aku bisa memublikasikan setiap tulisanku. Sehingga lebih banyak orang yang bisa membaca dan mengambil manfaat serta memberikan kritik saran untuk perkembangan tulisanku ke depan. Tentu kalian akan bertanya, "Loh, kenapa harus steemit? Kan masih ada Facebook, Instagram, bahkan Wattpad sebagai sarana untuk memublikasikan tulisan!?"
Tentu saja, saya tidak membantah pernyataan ini. Karena pada dasarnya saya pernah bergabung di 3 media sosial yang tadi disebutkan. Dulu saya menggunakan FB, IG dan WP untuk memublikasikan tulisan-tulisan saya seperti puisi, quotes bahkan calon novel sekalipun, tetapi itu dulu sebelum saya jatuh cinta pada steemit, sebelum steemit merangkulku dengan rengkuhan kasih sayang dan masa depan, sebelum aku terperangkap dalam pelukan penuh kehangatan. Lalu apa sih alasan terkuatku mencintainya? Apa sih daya tarikku memilihnya? Hahaha baiklah aku akan menjawab pertanyaan itu di alasan yang ke dua.
2.Koin
Yaps, alasan kedua aku bergabung di steemit karena uang. Aku pernah mendengar quotes "Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hoby yang dibayar". Hal itu yang kupikirkan ketika seseorang menawarkanku untuk bergabung di platform yang sedang mendunia ini.
Ketika sebuah aplikasi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendatangkan uang tentu menjadi suatu pertimbangan bagi semua kalangan, tak terkecuali aku. Aku bukan manusia naif yang seakan-akan tak membutuhkan uang untuk kehidupan. Meskipun uang bukan segalanya tentu segalanya pasti membutuhkan uang bahkan untuk hidup saja tidak bisa hanya dengan mengandalkan napas dan nyawa apalagi untuk menghadapi kehidupan dunia yang kejam.
Facebook, Instagram dan Wattpad memang sebuah media sosial yang menjadi sarana komunikasi, tetapi belum bisa mendatangkan uang bagi penggunanya. Pengguna media sosial tersebut hanya diberi pujian semu berupa like dan love tanpa memberikan uang seperserpun. Namun, di steemit berbeda. Di steemit setiap jempol sangat berharga karena akan dikalkulasikan menjadi uang untuk pemilik postingan.
Pasti kamu akan bertanya, bagaimana dengan blog? bukankah setiap poatingan juga akan diberikan uang? Baiklah untuk alasan ini akan saya jawab di poin selanjutnya.
3.Kreatifitas
Be creative adalah kata yang sangat cocok untuk menggambarkan steemit. Inilah hal pembeda platform ini daripada media sosial lainnya. Saya belum pernah menemukan media sosial yang menerapkan antiplagiat. Namun, steemit hadir untuk menciptakan manusia-manusia kreatif dalam menulis dan lainnya. Di FB di Blog di Instagram tidak pernah menghukum orang-orang yang meng-copy-paste tulisan orang lain untuk dijadikannya sebagai postingan. Di blog saja, ketika kita mencari sebuah tulisan tentang puisi kontemporer di kolom searching maka akan keluar beberapa postingan yang sama persis pembahasannya. Mereka tetap saja mendapat uang jika ada pengunjung tetapi kekreatifannya tidak ada, tetapi steemit hadir dengan penjagaan oleh polisi yang lebih dikenal dengan cheetah. Polisi Cheetah akan mendatangi orang-orang plagiat tulisan orang lain. Saya memberikan jempol dua untuk sistem yang luar biasa ini.
4.Komukasi
Di steemit komunikasi merupakan tuntutan yang harus dijalani oleh setiap steemian. Sama seperti halnya kehidupan, setiap steemian tidak akan mampu menggapai kesuksesan apabila hanya berjalan sendirian. Berjalan bersama akan membuat langkah kita lebih ringan dan tidak merasa kelelahan.
Di platform ini, komunikasi merupakan tuntutan bukan pilihan. Jika di FB, Instagram dan WP tidak komentar tidak masalah, tidak menanggapi komentar orang juga tidak masalah karena tidak ada tuntutan, mau orang like berapa juga tidak berpengaruh apa-apa. Namun di steemit berbeda, jika kita tidak bersosial dan mengabaikan stemian lainnya tentu akan berdampak pada reputasi kita yang tidak pernah beranjak dan berpengaruh terhadap SBD yang kan didapat.
Jadi berteman merupakan cara efektif untuk menambah lebih banyak pembaca, pengikut serta yang memberi suara kepada postingan kita. Jika kita tidak berteman dan berkomunikasi dengan stemian lainnya maka tunggulah postingan kita akan dikerumuni lalat-lalat karena tidak ada stemian yang mau hinggap di sana. Dengan tuntutan ini saya memperoleh banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia bahkan saya juga perlahan membiasakan diri untuk belajar bahasa inggris ketika berkomunikasi dengan steemian di luar Indonesia seperti stemian dari Bangladesh, India, dan Pakistan.
Itulah alasan-alasan dasarku bergabung dengan stemit dan jatuh cinta padanya. Ayo paparkan juga apa saja alasamu menggelutinya.