Semua postingan yang hadir di Steemit ini berpotensi mendapatkan upvote atau kurasi dari kurator. Mengapa?
Kurasi adalah tindakan memberi penghargaan kepada postingan dengan ragam pertimbangan yang ada pada pemberi kurasi.
Tindakan kurasi juga tidak rugi. Jika dilakukan dalam waktu yang tepat maka kurasi justru mendatangkan reward kurasi yang maksimal.
Tidak sebatas motif memperoleh reward kurasi saja, kurasi juga cara memanusiakan diri, yaitu mewujudkan sifat menolong orang lain. Sifat ini ada pada semua insan manusia.
Sebagai manusia, kita berbeda dengan hewan lainnya. Di dunia binatang berlaku hukum yang kuat menerkam yang lemah. Sedangkan pada manusia berlaku hukum yang kuat membantu yang lemah.
Misalnya saya sendiri, jarang sekali memberi upvote kepada mereka yang sudah memiliki reputasi di atas saya, apalagi mereka yang memiliki Steem Power yang lebih banyak. Ada, hanya sesekali karena pertimbangan menghormati postnya yang menurut saya masuk katagori higt quality content.
Jika pun ada, itu karena saya tidak memiliki cukup waktu untuk menulis komentar sebagai ganti upvote, ada karena ingin mengingatkan jika saya sedang online. Ada karena saya tidak bisa menulis komentar dalam bahasa Inggris.
Saya juga sudah lama sekali tidak melakukan self-upvote. Ada perasaan seperti mencuri hak orang lain jika melakukan self-upvote. Bagi saya, Steem Power yang saya miliki adalah alat untuk mengambil SBD - Steem Power di Reward Pool. Jika alat itu saya pakai untuk diri sendiri maka ada perasaan tidak nyaman, semacam perasaan mencuri hak orang lain.
Akhirnya, saya memilih untuk meninggalkan tindakan self-upvote.
Dengan cara pandang itu, saya mengganti strategi, yaitu berusaha menghadirkan konten atau post yang terperbaiki dari waktu ke waktu. Untuk apa? Saya menyebutnya untuk membuat kurator bangga bila menekan tombol upvote di post milik saya. Kurator yang saya maksud adalah kita semua. Kita adalah kreator, sekaligus kurator.
Jadi, siapapun yang menekan tombol upvote, itu bukan sebatas karena dia kasian, bukan sebatas dia kawan, bukan sebatas karena satu komunitas, bukan sebatas dia ingin menghormati alias bek hana mangat, dan bukan pula karena takut dikritik atau diserang.
Tekad saya sebagai kreator konten, ingin membuat kurator menekan upvote dengan bangga.
Dia bangga karena post yang dibacanya bermanfaat bagi dirinya, bermanfaat bagi orang lain, dan dia yakin sepenuhnya konten yang diberi penghargaan adalah konten orisinil.
Saya juga berusaha menghormati dan terus membuat bangga kurator yang telah memasukkan nama saya dalam daftar ikat upvotenya. Ini beban yang mengandung penghormatan kepada kepercayaan orang lain. Saya takut sekali jika karena ikatan itu lalu dinilai telah mencuri kesempatan dengan menghadirkan konten asal jadi saja.
Untuk itu, saya terus termotivasi untuk menghadirkan konten yang baik.
Jikapun belum sempurna sebagaimana kreator konten lainnya yang sudah memiliki reputasi sebagai penulis di berbagai media nasional, sudah melahirkan banyak buku, dan sudah menjadi tutor atau pengajar diberbagai perguruan tinggi minimal tidak sampai menghadirkan konten yang dinilai malu-maluin.
Satu hal lagi yang terus saya asah dan jaga, yaitu jangan sampai saya menjadi diri yang terus menambah jumlah orang yang membenci. Dari hari ke hari saya berusaha untuk tidak menambah penilaian negatif dari orang lain, khususnya dari teman-teman yang sering berjumpa di dunia nyata.
Saya jelas tidak mungkin bisa mengubah dunia untuk memihak kepada saya secara positif, tapi saya bisa menjaga diri sendiri untuk tidak menambah daftar musuh.
Jikapun ada yang dahulu memusuhi maka saya siap berteman dan melupakan semua serangan yang sudah pernah terjadi.
Saya percaya, Steem blockchain memiliki masa depan untuk menjadi solusi bagi menghadirkan banyak perbaikan dan perubahan.
Jika makin banyak yang bisa melihat ini, maka dengan sendirinya akan terdorong untuk mengikat kerjasama.
Mengapa? Jika terjadi banyak perubahan maka pintu-pintu rezeki yang sebenarnya cukup banyak namun tersumbat akan terbuka, dan bila pintu rezeki telah terbuka dari berbagai sumber maka pertengkaran soal upvote akan berkurang.
Salah satu pintu rezeki yang paling dekat adalah silaturahim.
Ayo kita silaturahim, kita bisa mulai dengan silaturahim pada postingan.
Catatan: Post ini dibuat untuk menjadi Series Promo-Steem di Indonesia. Mengajak orang masuk ke ekosistem Steem bisa jadi lebih mudah daripada memastikan yang sudah masuk tetap bertahan dan menemukan cara berkembang di ekosistem Steem. Post ini adalah salah satu bahan yang bisa dijadikan sharing dalam kegiatan promo-steem untuk tujuan pendampingan Steemian yang sudah berada di Steem untuk terus tumbuh dan berkembang di Steem. Saya buat berdasarkan pengalaman pribadi, jadi bukan fiktif.