Senin, 6 Mei 2018 saya berkesempatan memperkenalkan Steemit kepada sekitar 40 santri dari berbagai dayah di Aceh.
Tidak seperti biasa, kali ini saya tidak langsung mengajak peserta untuk mendaftar Steemit.
Di acara pelatihan Jurnalistik Santri itu saya mengajak mereka untuk mengenal sejarah uang, mengenal evolusi media, dan juga mengenal berbagai teknik menulis.
Saya yakin santri adalah pribadi pembelajar yang gigih. Jadi, setelah membagi ke dalam tiga kelompok, saya menugaskan mereka untuk mengumpulkan informasi, mendiskusikannya dalam kelompok, lalu mempresentasi hasil temuan dan telah mereka.
Saya kagum, dalam presentasi singkat mereka mampu menjelaskan dengan baik semua tugas yang sudah mereka lakukan dalam waktu singkat. Hasilnya cukup memuaskan, termasuk saat menjelaskan soal crypocurrency dan media Steemit.
Dengan bekal pencarian informasi dan pemahaman yang ada saya hanya menambahkan hal-hal perlu, terutama perbedaan Steemit dengan media sosial lainnya, termasuk dengan media online lainnya yang belum berbasis pada Steem blockchain.
Dengan kemampuan para santri beradaptasi dengan informasi dari perangkat mobile mereka saya juga tidak memandu secara langsung pendaftaran akun. Saya percaya mereka bisa melakukannya sendiri.
Diakhir pertemuan saya hanya mengatakan dua kalimat kunci berikut:
"Semua orang bisa menulis, kecuali yang tidak mau, dan semua orang juga berkesempatan untuk memperoleh reward melalui Steemit, kecuali yang tidak mau. Orang lain hanya bisa membantu, kecuali diri sendiri. Kuncinya, terus melatih kecerdasan, cerdas dalam konten, cerdas pula dalam membina hubungan dan mengelola komunitas dan jaringan.
Pelatihan Jurnalistik Santri di Grand Nanggroe, Banda Aceh, 4 - 8 Mei 2018
Tentu saja ada diskusi, bahkan sempat menghangat terkait uang, transaksi, dan uang sebagai harta, juga terkait akad transaksi. Karena merasa waktu tidak cukup luas untuk mengembangkan dialog lebih dalam, saya mengajak mereka untuk berdialog lebih lanjut paska pertemuan.
Setelah memberi no hp untuk yang meminta, sayapun pamit untuk bertemu steemian perempuan yang sedang belajar menulis di markas media aceHTrend. []