Mobil melaju melintasi jalan raya Banda Aceh - Calang dalam kecepatan wajar. Kami tiba di Warung VOC usai “bercengkrama” selama dua jam di jalan tepi Samudra Hindia. Meski kerap melintasi, tapi pesona alam pantai barat - selatan Aceh selalu saja enak dinikmati, khususnya pemandangan lautnya. Apalagi jika dilihat dari atas Gunung Geurute.
Acara #Promo-Steem dan #SteemSchool dimulai usai Pembina Forum Aceh Menulis (FAme), menyampaikan pengantar singkat. Selanjutnya, forum temu ke-6 FAMe yang diberi tajuk “Mahir Mengelola Konten, Cerdas Mengelola Steemit” diserahkan kepada saya.
Dari 40 peserta, baru ada 7 yang sudah memiliki akun di Steemit, yaitu: ,
,
,
,
,
, dan
. Karena lebih banyak yang belum memiliki akun, namun cukup berminat menjadi kreator konten, khususnya dari perempuan maka saya memilih menyampaikan gambaran umum terkait beberapa hal, diantaranya:
- Perkembangan teknologi, salah satunya teknologi blockchain yang menghadirkan cryptocurrency
- Era Big Data yang meninggalkan Era Humanisme
- Perbedaan Steemit dengan media sosial lainnya, khususnya dalam hal monetisasi konten
- Cara mendaftar di Steemit, penyelamatan password dan postingan pertama yang perlu dibuat yaitu post perkenalan
- Smart Content, Smart Community dan Smart Financial
- Keamanan Steem-blockchain dan kejahatan Phishing
- Pentingnya kebersamaan KSI dan FAMe
- Meminta Steemian yang sudah aktif untuk terus mendampingi rekan-rekan FAMe yang sudah mendaftar akun pada hari pertemuan.
Oh ya, karena nama warung VOC unik, bisa mengingatkan ke masa lampau, maka saya berfoto dengan latar lukisan di dinding warung VOC, termasuk berfoto dengan pemilik warung, Said Faural.
Dalam perjalanan pulang, kami singgah untuk makan di warung yang menyajikan masakan cu. Cu ini adalah siput air tawar yang memiliki nama laten Fanus Ater. Saat makan inilah, pihak UIN Ar Raniry yang juga sedang berada di warung menawarkan untuk juga melakukan di kampus UIN Ar-Raniry.
Sebelum kembali menempuh perjalanan pulang, kami menyempatkan berbincang-bincang dengan Pawang Din, pedagang ikan segar dengan menggunakan motor. Katanya, ikan segar ini diperoleh dari pukat di laut kaki gunung Paro.
FAMe sebagai sebuah komunitas yang fokus dalam melatih kemampuan menulis menjadi sangat penting untuk menjadi mitra Steemian agar bisa mencapai Smart Content. Sedangkan KSI yang juga sebagai komunitas yang fokus sebagai tempat Steemian menjalin kebersamaan, juga sangat penting menjadi mitra bagi FAMe. Inilah yang kemudian mendorong untuk kembali mengajak mempromosikan Steem dan Steemit kepada 80 orang perempuan calon anggota legislatif dan menggelar Steemschool untuk peserta Ratih di Banda Aceh.
Pesan dua kurator Indonesia, dan
bagaimana menjadi Steemian yang smart content, smart community dan smart financial sudah saya sampaikan, termasuk untuk berhati-hati dengan link-link yang tidak jelas. Dengan berada di komunitas lebih mungkin selamat daripada sendiri-sendiri.
https://steemit.com/indonesia/@levycore/ingat-jangan-tergoda
https://steemit.com/scam/@kemal13/kems-warning-hasnandaputa-account-was-hacked-f7decca0331ad
Sebelum berangkat ke Aceh Jaya, saya juga berdialog dengan melalui discord tentang phishing. Dia prihatin dengan korban phishing, termasuk dari Indonesia. Dia berpesan kepada semua agar tidak tergoda dengan link-link yang menawarkan free, yang akhirnya malah membuat uang jadi hilang dan akun dikuasai orang lain. Dipenghujung dialog dia memberi beberapa link terkait phishing dan mendorong semua untuk saling memberi tahu.
https://steemit.com/phishing/@bullionstackers/phishing-or-what-s-is-that-eng-or-bahasa-or-cn
https://steemit.com/steemit/@arcange/phishing-site-reported-steemrobot-dot-ga
https://steemit.com/phishing/@guiltyparties/phishing-warning-2-0
https://steemit.com/victim/@markzuk/solusi-ketika-akun-anda-di-hack-d5d79dd8504fe
Usai membaca post yang dibuat dan
serta dialog dengan
serta rekan lainnya saya makin ingin #SteemSchool dihidupkan.
