Bagi masyarakat Aceh warung kopi tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk minum kopi, tapi juga untuk saling berbagi informasi yang up to date.
Seperti yang saya dan lakukan hari ini, kami berjumpa di warung kopi, kebetulan disana sudah ada sang
yang kelihatannya sedang menunggu minum pesanannya kamipun langsung merapat ke meja dimana Rio duduk, bermodal kopi pancung, sedangkan
kopi telor, disini sudah terlihat perbedaan diantara kami.
Sambil menikmati kopi kami berdiskusi ringan saling bertukar pendapat mengenai arti steemit bagi kami masing masing, setelah kami mengemukakan hal tersebut yang pada intinya semua dari kami menjawab arti steemit untuk kami adalah fun and gift.
Setelah berdiskusi ringan barulah kami mulai berdiskusi berat mulai membuka laptop "lamlo" nya, dia ingin menunjukkan presentasi dia mengenai platform dan hal-hal mengenai steemit. Setelah menunggu 15 menit loading barulah slidenya kelihatan dan Rio pun memberi siraman informasi mengenai steemit untuk kami.
Rupanya tidak hanya kami steemian yang hadir ternyata ada beberapa steemian lain yang hadir dan langsung gabung kemeja kami, dan lagi lagi saling berbagi informasi.
Itulah guna warung kopi bagi kami, dari sana kami belajar berbagi dan dari sana kami belajar menggali potensi diri itu semua lewat diplomasi warung kopi.