Pagi tadi, sekira pukul 11.00 WIB, seorang teman menelpon bahwa dia sudah tiba di Warkop Coffee Indaco di seputaran Kota Bireuen. Si teman yang memakai nama mengabarkan bahwa dia akan mengantar buku untuk saya. Buku-buku itu sudah saya pesan seminggu lalu.
Mengambil buku dan membayar uamg buku kepada
Sekira sepuluh menit pasca menerima telpon dari si penulis buku "Filsafat Terakhir" ini, saya pun bergerak ke TKP. Sampai di sana, saya melihat beberapa anak muda yang sedang larut membahas steemit. Di antaranya terlihat dan
. Saya pun duduk berbaur dengan mereka.
Sama-sama Steemians pemula
Setelah memesan kopi, saya pun terlibat diskusi dengan mereka tentang dunia steemit. Dan di meja itu, nampaknya kami semua adalah pemula. Dan kami pun berbagi cerita tentang tulisan-tulisan yang sudah kami posting di steemit. Kami juga membahas tentang steem power dan SBD, kedua istilah yang sampai saat ini masih terus saya pelajari.
Selepas berdiskusi dengan mereka, kemudian menyerahkan buku pesanan saya, dan kami pun berfoto ria sembari menghabiskan kopi. Setelah diskusi dirasa selesai, saya pun pamit untuk pindah meja.
Di meja bagian depan, saya melihat sedang duduk berbincang dengan beberapa orang. Perbincangan mereka pun tentang steemit. Saya pun bergerak merapat, sebab sehari sebelumnya (kemarin), saya sudah berjanji meneguk kopi bersama
.
Di meja baru itu, saya masih berstatus junior dalam dunia steemit sehingga saya memilih menyimak penjelasan mereka, khususnya yang disampaikan . Saya mendengar dan mendengar, sesekali bertanya.
menceritakan banyak hal tentang steemit, terkait tata cara membuat postingan yang baik, peletakan topik (tag), ilustrasi foto dan banyak hal lainnya yang tidak semuanya berhasil saya rekam.
Di tengah perbincangan itu, tiba-tiba muncul dari arah belakang. Beliau pun bergabung di meja kecil itu.
memperlihatkan screenshot koran Tempo hari ini yang memuat berita tentang pertemuan steemians di Jabar beberapa waktu lalu.
,
dan beberapa steemians senior lainnya pun melanjutkan diskusi tentang dunia steemit. Saya kembali menjadi pendengar yang budiman, dan sangat budiman. Di sela perbincangan,
juga memotivasi saya untuk terus menulis di steemit.
Siang menjelang sore itu saya banyak memperoleh ilmu baru tentang steemit dari dua senior ini, dan
. Perbincangan pun berlanjut sampai pukul lima sore. Setelah menyerap banyak informasi baru itu, satu-persatu dari kami pun pamit pulang.
Sebelum pulang, menghadiahkan beberapa lembar stiker berlogo steemit untuk saya, stiker yang lama saya cari-cari, tapi tak dapat-dapat. Dan baru kali ini saya dapatkan dari
, "peutuha chiek" steemit di Bireuen.
Tidak hanya stiker dan segudang informasi, juga membimbing saya membuat akun bitcoin. Dan alhamdulillah registrasi akun tersebut berlansung cepat dan akhirnya jadi.
Akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua senior saya dalam dunia steemit di Bireuen, dan
.
Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali...