Tuan dan Puan Steemians...
Hari ini, Sabtu (19/05/2018) Koran Waspada Medan telah bersedia menerbitkan artikel saya dengan tajuk "Steemit dan Kebangkitan Literasi." Artikel ini saya tulis beberapa hari lalu pada saat saya dan mengecap kopi pagi di sebuah warkop Kota Banda Aceh.
Opini di Waspada Medan, 19/05/2018
Keinginan untuk menulis artikel ini di koran didasari oleh "cita-cita kecil" kami agar steemit tidak hanya dikenal dalam komunitas terbatas, tapi harus dikenal luas, khususnya di Indonesia.
Waspada Medan Edisi 19 Mei 2018
Salah satu cara mengenalkan steemit kepada masyarakat luas adalah melalui media, baik media cetak maupun media online. Usaha pengenalan steemit melalui media sudah pernah dilakukan oleh melalui media online AceHTrend.
Beberapa waktu lalu, pada saat digelar Meetup di Bandung, kononnya media Tempo juga sempat memperkenalkan steemit kepada masyarakat Indonesia.
Saya melihat usaha promo-steem melalui media akan mempercepat penyebaran informasi terkait steemit dan steem kepada publik sehingga komunitas ini akan terus berkembang.
Spirit inilah yang kemudian mendorong saya untuk memperkenalkan steemit kepada para pembaca koran Waspada yang terbit di Medan. Saya sendiri aktif menulis di koran ini sejak sepuluh tahun terakhir.
di Kantor Waspada Medan tahun 2015
Koran Waspada beredar di Sumatera Utara dan Aceh. Meskipun penyebarannya tidak seluas koran Kompas, tapi setidaknya artikel sederhana yang saya tulis tersebut bisa dibaca oleh masyarakat di dua daerah, Sumatera Utara dan Aceh.
Dalam artikel yang dimuat dalam kolom opini tersebut saya mencoba memperkenalkan platform steemit kepada masyarakat luas melalui penjelasan singkat dan sederhana.
Membicarakan steemit tentu tidak bisa dilepaskan dari pembahasan Cryptocurrency sebagai mata uang digital sehingga saya juga memasukkan informasi tentang Steem dan Steem Blockchain Dollar (SBD) dalam artikel tersebut. Artinya, tidak hanya Steemit, kita juga harus mengenalkan Steem kepada masyarakat luas.
Dalam artikel itu, saya juga mencoba menjelaskan tentang kelebihan teknologi blockchain dengan pola desentralisasi dan bersifat transparan.
Karena aktivitas harian saya adalah menulis, maka dalam artikel tersebut, saya juga mencoba mengaitkan Steemit dengan "kebangkitan" literasi. Memang sejak kemunculan Steemit, geliat literasi cenderung meningkat.
Saya juga menyisipkan pengalaman pribadi selama bergabung dengan Steemit dengan tujuan memikat para pembaca agar nantinya mereka bisa membuat kesimpulan untuk bergabung dengan Steemit.
Di akhir artikel, sebagai pertanggungjawaban kepenulisan, saya juga mencantumkan identitas saya sebagai anggota Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Bireuen.
Dalam beberapa hari ke depan saya juga akan terus berupaya melakukan promo-steem melalui media lainnya. Dengan harapan, Steemit terus dikenal di seluruh pelosok Indonesia.
Saya juga mengajak teman-teman penulis untuk aktif melakukan promo-steem di seluruh media di Indonesia, khususnya media nasional agar komunitas steem terus menyebar sehingga "masyarakat kripto" segera terwujud di Indonesia.
Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali....