Gula-gula yang menipu bahkan diri sendiri
saat diaduk mereka berlagu
senada
memanisi sampai ke dasar dan katanya penuh cinta. Kita percaya itu
bahkan ketika anak-anak menertawainya
lalu mereka kembali kepermukaan saat didiamkan
mengakar di lapisan pertama
kutipan dari bait puisiberjudul Rahasia Kopi
Foto : sumber internet
Beberapa hari yang lalu Bang Ayi Jufridar , mengabarkan di grup Whatsaap Steemit Budaya bahwa dia akan ke Jakarta selama beberapa hari. "Saya mau belajar menulis puisi di Jakarta, Senin sampai Rabu ini," ujar Bang Ayi dengan kalimat bercanda.
Membaca kabar dari Bang Ayi (panggilan akrabnya) tersebut, saya menanggapi kabar itu. Saya pun menjawab: "Salam Bang Ayi, wah akan ditarik ke Pojok Steemit nih Bang Ayi, kabari kita kalau sudah di Jakarta ya Bang." Bang Ayi menjawab ucapan saya yang selalu menggunakan nada bercanda khasnya dia. "Nanti saya lapor Willy, eh, Ana kalau sudah di Jakarta, " Saya pun mengiyakan ucapan Bang ayi dengan nada bercanda pula, "Hahahaha siap Bang Ayi, ditunggu ya infonya,".
Pojok Steemit adalah tempat ngumpul para pegiat sastra dan Steemians yang lokasinya berada di pojok pelataran Taman Ismail Marzuki TIM. Persisnya di antara kedua tiang besar sebelah kiri pelataran TIM. Kami beri nama Pojok Steemit, karena kami selalu berdiskusi juga promo steemit setiap Rabu malam di sana. Tempat itu menjadi semacam basecamp Steemit Budaya dan KSI Chapter Jakarta.
Ayi Jufridar lahir di Bireuen, Aceh, 18 Agustus 1972. Ia penulis dari Aceh. Ia seorang novelis, cerpenis dan juga menulis puisi. Namanya menghiasi jagat kepenulisan Indonesia sejak tahun 1990-an. Karya-karyanya dimuat diberbagai media nasional.
Bang Ayi menekuni dunia tulis menulis semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia tidak pernah berhenti menulis. Bagi dia menulis sudah menjadi kewajiban yang tidak bisa dia tinggalkan. Karyanya tak sedikit. Sekitar 250 cerpen, puisi, risensi, dan artikelnya dimuat di media nasional dan lokal. Antara lain: Anita Cemerlang, Aneka Yess, Kompas, Jawa Pos, Serambi Indonesia dan lain-lain. Dia juga sudah menerbitkan tiga novel yaitu:
- Alon Buluek, Gelombang Laut Yang Dahsyat ( Grasindo 2005)yang meraih juara tiga lomba Novel Nasional. Novel tentang tsunami tersebut sudah diterjemahkan dalam Bahas Belanda dengan judul Alon Buluk (De Verschrikkelijke Zeegolf)
- Kabut Perang (Universal Nikko, 2010). Menceritakan tentang konflik bersenjata di Aceh.
- Novel ketiga, Putroe Neng (Grasindo, 2011). Novel ini menceritakan tentang kisah mitos putri keturunan China di Aceh. Buku ini pula mengantarkan Bang Ayi terpilih menjadi salah satu dari lima belas penulis Indonesia menjadi pembicara di Ubut Writers and Readers Festival di Bali (2012).
Ayi Jufridar sekarang berdomisili di Lhokseumawe. Alumnus Politeknik Negeri Lhokseumawe ini juga bekerja sebagai wartawan. Ia juga mengajar Jurnalistik di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Juga menjadi anggota Komisi Indepinden Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Utara.
Di dunia Steemit ia adalah salah seorang Steem Ambassador untuk Indonesia. Untuk media sosial
berplatform blockchain itu, ia kerap memberikan pencerahan mengenai media ini kepada para Steemian pemula. Ia juga sering kali mengadakan promo di berbagai daerah dan kota-kota. Sekarang Bang termasuk salah satu Stemian yang sukses.
Nah untuk lebih mengenal sosok Bang Ayi ini, dengan berbagai ilmu yang dimiliki termasuk tentang Steemit , mari bergabung bersama kami besok malam, Rabu, 9 Mei 2018 pukul 19.00 di Pojok Steemit Pelataran Taman Ismail Marzuki. Kita akan ngopi santai bersama Sang Ambassador Steemit ini.
Depok, 8 Mei 2018
Willyana || WA ||