“Steemit kini menjadi fenomena, makin ramai saja yang menjadi anggota. Satu persatu mereka yang awalnya aktif di media sosial bermigrasi ke Steemit. Ini menarik untuk dicermati, dan diangkat ke permukaan.”
Suara manis milik Mila Host Kantor Berita Antero itu meluncur di gelombang 102 FM diterima pendengar setia di rumah, di mobil dan beberapa steemian juga ikut mendengarkan, salah seorangnya adalah .
Baca post sebelumnya: https://steemit.com/promo-steem/@rismanrachman/let-s-listen-to-the-promo-steemit-on-radio-antero-with-bahasa
Sekejap pikiran saya melayang ke peristiwa heroik masa silam, Desember 1948. Dari hutan belantara Aceh Tengah, penyiar Radio Rimba Raya terus mengupdate informasi tentang Indonesia melawan propaganda Belanda yang juga dipancarkan dari radio yang berkerja pada frekuensi 19,25 dan 61 meter.
“Indonesia masih ada...., dan di sini Aceh.”
Trailer Film Dokumenter Radio Rimba Raya (sumber youtube)
Pesan yang disiarkan Radio Rimba Raya pada sore hari di zaman perlawanan terhadap Belanda itu tidak lagi kami sampaikan pada Dialog Kreatif di Kantor Berita Radio Antero, yang berlangsung Sabtu, 30 Desember 2017 sore.
Kurator Steemit untuk Indonesia memilih menyampaikan informasi penting kekinian menyangkut media Steemit, sebuah media berbasis teknologi blockchain yang memberi reward Steem - SBD kepada kreator konten melalui upvote.
Ketua KSI Chapter Banda Aceh, memberi testimoni seputar manfaat yang sudah banyak diterima oleh kreator konten atau Steemian. “Sudah banyak yang memperoleh manfaat dari Steemit.
Ketika dua anak muda energik dan kreatif itu menjelaskan tentang Steemit, pikiran saya kembali melayang membayangkan para penyiar di Radio Rimba Raya yang berlokasi di hutan belantara. Dengan berbagai bahasa, siaran tentang Indonesia ditangkap oleh radio di Semenanjung Melayu, Singapura, Saigon, Manila, India, Australia dan Eropa, yang memungkinkan keberadaan Indonesia tetap diakui oleh dunia.
Sore dipenghujung tahun 2017, dua anak muda asal Aceh mengabarkan tentang Steemit kepada pendengar, mengajak mengenali Steemit dan Steem sebagai media dan uang kripto yang dapat “memerdekakan” dari kesusahan hidup akibat ketiadaan pendapatan dan terbatasnya lapangan kerja.
Pesan-pesan tentang Steemit itu diabadikan oleh dan
melalui video dan foto, bahkan ada yang merekamnya dan mengirim melalui group di WhatsApp. Mari terus menggelorakan gairah bersteemit kepada lebih banyak lagi warga sehingga semua berkesempatan menjadi kreator konten yang mendapat reward dan memulihkan hubungan sosial melalui Komunitas Steemit Indonesia (KSI) yang kini tumbuh diberbagai tempat di Indonesia. “Merdeka?” []
Catatan:
Semua foto diabadikan oleh
Post terkait #Promo-Steem dan #Promo-Steemit melalui Kantor Berita Radio Antero yang diinisiasi oleh KSI Chapter Banda Aceh dapat juga dibaca di post berikut ini:
https://steemit.com/indonesia/@rial17/part-i-radio-apa-kabarmu-saat-ini
https://steemit.com/indonesia/@akbarrafs/jika-kalian-ingin-bahagia-jadilah-seorang-steemian