Hallo stemians..
**
Bahagia sekali rasanya kita dapat bertemu kembali pada kesempatan ini, besar harapan saya sahabat stemians semua dalam keadaan baik menjalani aktivitas hari ini.!! Aamin..
Melalui postingan ini selain saya untuk berbagi cerita, juga bertujuan untuk mempromosikan Kopi Gayo sebagai hasil bumi dan merupakan minuman khas daerah Aceh terkhusus Gayo, yang saat ini sedang mencoba melebarkan sayapnya terbang kebanyak negara, seperti Amerika, Kanada, turki dan lain-lainnya, sangat besar harapan saya semoga saja Kopi Gayo dapat diterima menjadi salah satu kopi yang mendunia dengan kualitas dan cita rasa kopinya. Aaminn..
Namun.,, disamping itu yang menjadi tujuan awal saya lewat postingan ini adalah ingin mewujudkan keinginan saya yang tergerak untuk membantu, mempromosikan serta merekomendasikan salah satu Caffe, yang ada di Dataran Tinggi Tanoh Gayo ini tepatnya di desa Ronga-Ronga, kabupaten Bener Meriah, provinsi Aceh, Indonesia. Yang hadir dengan ciri khas dan nuansanya yang berbeda. Berikut sedikit tentang Cafe ini.!!
Berdasarkan informasi yang saya terima dari salah satu pelayan disana, Pematang caffe ini sudah berjalan terhitung mulai dari pertengahan 2017 yang lalu, dan alhamdulillah seiring berjalannya waktu kini mulai banyak dikunjungi oleh pencinta kopi terutama yang berdomisili di seputaran ini. Memang.,, lanjut beliau, untuk saat ini kelemahan kami minimnya lahan parkir, sehingga banyak pengunjung yang sudah berhenti tiba-tiba membatalkan niatnya kembali, lalu mereka pergi begitu saja. Sampai disini pembicaraan beliaupun terhenti.!! Lantas.,, dengan spontan saya pun mencoba menghiburnya sebagai pengganti kekosongan dan berkata, mungkin saja mereka membatalkan niatnya karena lagi bermasalah dengan kesehatan lambungnya. Hehehee.. (tertawa kecil) Beliau pun turut sedikit tertawa.
Nah.,, oleh karena itu, bagi rekan-rekan yang memang saat ini sedang terganggu dengan kesehatan lambungnya, tidak perlu khawatir karena selain kopi, disini juga ada menyediakan beberapa pilihan menu minum lainnya.!!
Waktu terus berjalan.., beliaupun penuh semangat dan terus bercerita, begitupun juga saya yang masih terus mendengar dan meresapi sepenuh jiwa. Hahayy. Heheheee.,, Menariknyaa..!! Selain kita dapat menikmati sentuhan rasa kopi disini, juga ada persembahan sajian menarik lainnya. Oleh karena itu, mohon rekan-rekan membacanya sampai selesai ceritanya.
Setelah kami lelah dan bosan dengan suasana didalam ruangan caffe tersebut, karena memang sudah lumayan lama juga kami berada disana. Lalu kami pun bergegas, dan keluar dari ruangan itu sambil membawa sisa kopi yang ada, dan memilih duduk disalah satu tempat yang memang sudah tersedia.
Menariknya..!! Selain menyajikan rasa kopi yang luar biasa, tempat ini juga dapat menghilangkan rasa lelah saya setelah seharian berkerja, karena sangat didukung oleh suasana dan luasnya jarak pandang kita yang dikelilingi oleh hijaunya dedaunan disana. Sembari menikmati keindahan alam bersama sisa kopi yang kedua kalinya, cerita pun kembali berlanjut lama.
Singkatnya, tentang perihal pembuatan nama Caffe itu pun sempat menjadi pertanyaan dan pembahasan saya saat itu disana. Beliau menjelaskan bahwasanya nama Pematang Caffe dibuat memakai bahasa gayo berdasarkan letak atau posisinya yang jauh berada lebih tinggi dari permukaan jalan (diatas bukit), oleh karena itulah tempat ini di namakan Pematang Caffe setelah melewati beberapa pilihan nama lainnya.
Tanpa terasa, sore pun mulai menunjukkan parasnya dengan perlahan menampakkan sisi gelapnya dan kami masih berada disana.
Berhubung hari pun mulai gelap dan kami pun harus segera pulang, saya akhiri dulu perjumpaan kita sampai disini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas waktu dan kesetiaannya saya ucapkan terima kasih, besar harapan saya semoga kita dapat bertemu kembali di momen selanjutnya.