"Aku tak lagi menyimak riak,"katanya berkabar sebelum camar memberi kabar tentang awan berarak membawa rinai dari seberang.
Camar berkulindan, terbang rendah di atas riak, risau mengabarkan duka.
"Aku sudah membaca tanda, sebelum kau datang meliuk di hadapanku," lanjutnya sembari mempermainkan pasir.
Camar kembali meliuk mengitari kapal-kapal di dermaga. Kapal yang singgah untuk sesaat berlayar lagi mengarungi lautan dan singgah kemudian di dermaga berikut.
Cahaya kemudian redup dan dingin mulai merayap. Camar terbang ragu, langit semburat jingga.Hanya riak yang resah dan dia yang asyik bermain pasir.
16.04.18