Wahai sukmawati...
Syari'at islam tidak akan engkau mengerti.
Selama jati dirimu tidak islami.
Engkaulah mahkluk yang paling berbusuk hati
Wahai sukmawati.
Engkau mengaku budayawati.
Yang mengarang bait menyusun pusi
Dengan alasan menghibur diri.
Padahal engkau hendak melukai hati
Wahai sukmawati.
Kata orang engkau anak seorang proklamasi.
Dari ayah yang memiliki budi.
Tapi sayang, engkau sendiri tidak berhati suci
Wahai sukmawati.
Tanpa sadar engkau menampakkan jati diri.
Dihadapan umat islam se dunia ini.
Untuk lebih mengerti.
Bahwa engkau tak pantas dikasihani
Wahai sukmawati...
Engkau punya gigi yang tidak berbaris rapi.
Maka wajar mukamu jelek ibarat zombi.
Tapi sombongmu sampai lupa diri.
Hingga kau buat puisi menantang ilahi
Ooohh sukmawati..
Neraka mana yang pastas untuk dirimu ini.
Untuk mulut yang mencaci maki.
Untuk lidah yang merendahkan ilahi.
Untuk sekujur tubuhmu yang lupa kepada rabbi
Oohh sukmawati...
Tidakkah engkau mensyukuri.
Apa yang telah ALLAH beri.
Untuk hidupmu ini.
Sampai-sampai engkau berbangga diri.
Seakan hidupmu tidak pernah berakhir
Alah maaakkkk... sukmawati..
Engkau menghina cadar penutup harga diri.
Tapi engkau lupa, nanti ketika mati dirimu akan dikafani..
Engkau menghina azan yang selalu dikumandangi.
Tapi engkau lupa, ketika lahir engkau diazani
Oohhh sukmawati.
Kapan engkau mati.
Biar engkau di adili.
Agar engkau tahu diri.
Kalau ucapanmu itu menyayat hati