"Merupakan pemandangan qudrati, yakni seberapa hebat perlawanan yang berlangsung terhadap kebenaran, maka sehebat itu pula kebenaran tersebut menjadi berkilau dan menampakkan kemuliaannya. Aku sendiri telah menguji hal itu, yakni di mana saja timbul keonaran dan kehebohan besar mengenai aku, maka di sana terbentuk jemaat (yang menerima). Dan di mana saja orang-orang langsung diam setelah mendengar tentang aku maka di sana tidak banyak terjadi kemajuan." (Malfuzat, jil. 5, hal. 310)