"Jemaat baru dapat terbentuk apabila sebagian bersikap peduli terhadap sebagian lainnya, lalu menyelimuti kelemahan. Apabila kondisi ini terbentuk barulah akan menjadi satu wujud, sehingga satu sama lain menjadi kaki tangan dan satu sama lain saling menganggap lebih daripada saudara sekandung." (Malfuzat, jil. 3, hal. 348)