foto menu berbuka puasa dari istri warung tetangga saat masih lajang di China
Di bulan Ramadhan seorang pemuda lajang rutin berkahayal bertandang ke rumah pujaan hatinya agar disuguhkan menu berbuka puasa, tak lupa membawa rantang kosong seraya berharap bisa diisi makanan untuk dibawa pulang.
Pemuda lajang tengah dilanda hayalan di ujung ubun-ubun itu, membayangkan para wanita menyeretnya ke meja makan penuh segumpal kari kambing. Tak hanya itu, setiap minggu bermimpi dikirimkan sepucuk surat dari para wanita perawan atau janda untuk bertandang jamuan makan ke rumah calon mertua.
Seraya mengeluarkan selembar foto hitam-putih perawan tua dari dalam dompetnya berkata, “ Aku memilih seorang istri yang baik hati dan soleha, walupun menderita dipandang mata.”
Sementara aku pun dalam hati berguman,”Dan aura ketampananmu juga akan terpancar jika para wanita itu melihatmu dengan mata tertutup.”
Nampaknya di bulan Ramdhan ini sedikit menghawatirkan aku akan menyinggung perasaan pemuda lajang itu bila satu saat tak sengaja memintanya bertaubat di rumah sakit jiwa, bila suatu saat dia ke sana, menurut ia akan pulih berkhayal tentang para wanita menyuguhkan makanan di hadapannya.
Walau menurut ku sulit sekali menyakinkan seorang perempuan rela menghibahkan dirinya di depan penghulu untuk dipinang pemuda lajang itu di bulan Ramadhan.
Dan untung saja aku di bulan Ramadhan ini sudah beristri!