Tidak terasa jika Ramadhan sudah berada diujung akhirnya. Rasanya baru kemaren kita menyambut suka cita kedatangan Ramadhan yang sudah kesekian kalinya.
Dan rasanya baru kemaren bersuka cita mau ngabuburit dimana?
Tapi apa daya, ternyata Ramadhan akan segera mudik kembali bersamaan dengan suka cita kita mudik lebaran. (bagi yang mudik), yang belum berkesempatan mudik jangan sedih, bukan mudiknya tapi kembali suci setelah menjalankan puasa selama sebulan lah yang menjadi esensinya.
Waktu berdetak semakin cepat, tanpa menghiraukan kita, sudah melakukan apa selama Ramadhan? Apa sudah maksimal, dan lebih maksimal dari tahun kemaren? Apa malah menurun?
Padahal, belum tentu tahun depan Ramadhan akan mampir lagi dalam kehidupan kita. Nah lho.. Nyesel kan?
Saya pun begitu, nyesel karena belum mampu maksimal banget memanfaatkan bulan yang penuh dengan Rahmat Allah ini.
Belum bisa Taraweh full 30 hari di Masjid, hanya karena ikutan Bukber yang berlarut.
Belum bisa menuntaskan bacaan Al Qur'an, hanya karena sibuk dengan pekejaan.
Belum bisa menambah hafalan Al Qur'an,hanya karena musik-musik modern yang masih ada dalam hati.
Belum bisa sholat Tahajjud setiap malamnya, hanya karena lembur bermain internet.
Belum bisa bersedekah lebih, hanya karena memikirkan untuk ngabuburit.
Belum bisa mengontrol hawa nafsu, karena pacaran.
Masih banyak ke-belum maksimalan dalam bulan Ramadhan tersebut menjadikan rasa sesal tatkala Ramadhan sudah mulai packing menjelang kepergiannya. Meninggalkan kita semua.
Sedih, sedih, dan sedih itu pasti. Nyesek, itu pasti.
Merasakan kehilangan itu pasti, bagaimana Ramadhan telah membimbing dan mendampingi kita dalam menjaga hati dalam derai amarah.
Disaat akan marah seperti ada yang mengingatkan, "ingat ini bulan Puasa, sabar, tahan amarahmu".
Kita begitu dijaga, apa iya tidak merasa kehilangan? Apalagi bagi kita yang sudah berusaha maksimal. Bagi mereka yang cuek sama Ramadhan, ya urusan mereka. Hehehe
Yang pasti, Ramadhan begitu membekas, apalagi dalam tambahan kebaikan kita berkali lipat. Sungguh, rasanya ingin menyambut Ramadhan lebih hikmat lagi, lebih mempersiapkan lagi, agar bisa lebih maksimal dalam mengarungi sebulan penuh Ramadhan.
Rasanya ingin mengulang Ramadhan, memulainya dengan lebih serius bukan cuma sekedar sukacita semata.
Ingin lebih serius, serius sama bulan Ramadhan. Agar saat Ramadhan meninggalkan diri yang fana ini, sudah meninggalkan bejibun pahala dan rahmatNya.
Mempersiapkan hati dan tekad jauh sebelum Ramadhan tiba, dengan melatih diri fokus dengan Tilawah, jamaah ke Masjid, hafalan Al Qur'an, shalat sunnah, sholat tahajud, dan yang lainnya, agar ketika Ramadhan datang, sudah tidak seperti memaksakan. Hanya tinggal meningkatkan intensitasnya.
Sunggu jika itu saya lakukan, Ramadhan tahun ini akan lebih maksimal. Tidak seperti sekarang, yang masih fokus dalam sukacitanya saja.;(
Waktu memang tidak berputar kembali, apa yang sudah kita lakukan berupa kebaikan di bulan Ramadhan, jangan dilepas begitu saja, terus lakukan meski sudah bukan bulan Ramadhan.
Serta senantiasa berdoa, semoga kita semua bisa menjumpai Ramadhan kembali tahun dengan lebih siap lagi.
Yuk,, maksimalkan sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi dengan lebih maksimal. Yang belum khatam, semangat mengkhatamkan Al Qur'an, yang masih sedikit hafalan, tambah lagi hafalannya.
Semangat memaksimalkan detik-detik terakhir kepergian bulan Ramadhan.
Artikel ini saya ikutkan kontes yang dibuat oleh dengan tema "Jika Kamu Bisa Kembali ke Awal Ramadhan, Apa yang ingin kamu perbaiki?" berikut link kontesnya
Terima kasih.
Sumber gambar:
https://www.tongkronganislami.net/bersuka-cita-menyambut-bulan-ramadhan/
https://www.pinterest.se/pin/341007003008592494/?lp=true