Buku ini berisi kisah nyata penderitaan Kapten James Yee, seorang perwira militer di US Army yang ditahan di penjara Guantanamo, penjara khusus teroris, padahal ia seorang perwira militer dengan karir cemerlang di Amerika Serikat. Karena James Yee seorang muslim, ia menjadi korban paranoid Amerika Serikat.
Saya memperoleh buku ini hadiah dari seorang kawan pada tahun 2007 silam, ya sudah 12 tahun silam. Tapi saya tidak pernah bosa untuk membacanya berulang kali, karena buku berjudul For God and Country ini berisi kisah nyata kehidupan Kapten James Yee sangat menggetarkan hati.
Buku For God and Country berisi kisah nyata kehidupan Kapten James Yee foto
Ketika menerima hadiah buku ini, yang pertama saya lakukan setelah melihat dan membaca cover depan adalah membaca kutipan berbagai media tentang kualitas buku tersebut di cover belakang. Paling atas ada surat kabar The Washington Post yang menulis bahwa buku ini sarat dengan pengungkapan rahasia.
Sementara surat kabar The New York Times mengutip penguin Kapten James Yee yang menyatakan dalam bukunya bahwa otoritas militer secara sadar menciptakan atmosfer di mana para penjaga merasa bebas menyiksa para tahanan.
Kemudian surat kabar US Today menulis kisah kepedihan Yee yang ia sebut sebagai pelecehan terhadap keyakinan dan patriotismenya ini sungguh menggelisahkan. Lalu surat kabar The Sunday Times menulis bahwa James Yee tiba di Guantanamo sebagai perwira Amerika Serikat yang patriotic, namun kemudian ia ditahan, dituduh menjadi mata-mata. Ini adalah kisah yang menggelisahkan.
Masih pada cover belakang buku tersebut, di bagian bawah kutipan media-merdia Amerika Serikat tadi, ada juga kutipan dari tiga media nasional di Indonesia: Tempo, Kompas, dan Republika. Media Tempo menulis “James Yee. Berbagai tekanan diterima karena ras dan kepercayaannya.” Lalu Kompas menilai “Kapten James Yee korban paranoid Washingtong.” Sementara Republika menulis “Yee mendapat perlakukan layaknya tahanan lain di kamp yang terkenal dengan kekejaman para penjaganya.”
Membaca itu semua kita menjadi tidak sabar untuk membaca setiap halaman di dalam buku tersebut, untuk mengetahui kepingan-kepingan informasi dan rahasia yang terungkap di dalamnya. Apa lagi dengan tulis di bagian atas sampul belakang yang sangat membuat penasaran “Yee Mencintai Tuhan dan Amerika, namun salah-satunya memenjarakannya.”
James Yee bersama anak dan istri Foto
Buku setelah 335 halaman ini diawali dengan pendahuluan yang menceritakan mengapa James Yee memilih West Point dan lulus di sana pada tahun 1990, lalu mengabdi di Angkatan Darat Amerika Serikat Selama 14 perang teluk. Ia bersumpah untuk mengabdi sebagai ulama caplain bagi tentara Muslim Amerika Serikat.
Setelah pendahuluan, buku ini dilanjutkan ke bagian pertama yang berisi penuturan Kapten James Yee tentang penahanannya. Kemudian pada bagian kedua ia menutukan bagaimana ia adalah seorang “Amerika Sejati” meski dirinya berasal dari etnis Cina dan beragama Islam.
Kemudian pada bagian ketiga berjudul “Selamat Datang di Gitmo” ceritanya lebih mengalir dengan pengungkapan berbagai peristiwa yang terjadi sebelum penangkapannya, dengan berbagai kenyataan yang sangat dramatis. Berlanjut ke bagian empat berjudul “Terperangkap di Kamp Delta” dan bagian lima berjudul “Prajurit-Prajurit Muslim”.
Berlanjut ke bagian enam yang berjudul “Ulama di Sini” yang menceritkan bagai keadaan buruk yang dialami para tawanan di penjara Guantanamo. Sangkit beratnya siksaan yang diterima Kapten James Yee, ia untuk pertama kalinya dalam hidupnya berurusan dengan seorang tawanan yang melakukan percobaan bunuh diri.
Bagian ketujuh diberi judul “Senjata Rahasia di Gitmo” yang mengungkapkan bagaimana para tawanan bisa tahan melewati berbagai penyiksaan dalam penjara. Senjata rahasia itu ternyata agama. Kapten James Yee memulai bagian ketujuh ini dengan paragraph seeperti kutipan di bawah ini:
*”Islam tidak hanya sekedar agama; tapi lebih merupakan jalan hidup. Hal inilah yang harus dipahami oleh para personel Join Task Force. Dan karena agama merupakan hal paling utama bagi seluruh penghuni Kamp Delta, maka agama menjadi senjata penting yang mereka gunakan untuk melawan para tawanan.”
Pada bagian kedelapan, Kapten James Yee mengungkapkan bagaimana ia yang seorang perwira militer Amerika Serikat itu mulai dicurigai oleh negaranya sendiri. Bagian ini diberi judul “Kecurigaan”. Ia kemudian benar-benar ditangkap karena dituduh sebagai mata-mata, tuduhan yang tak kemudian tidak pernah bisa dibuktikan di muka pengadilan.
Menuju ke bagian sembilan yang berjudul “Yee, 2253” yang merupakan nomor pengganti namanya atau nomor panggilannya dalam tahanan dalam sebuah sel kecil berlapis beton dengan sebuah meja yang terpaku ke dinding, beserta meja dan bangku bulat. Berbagai tekanan dan perlakukan tidak senonoh dialaminya, meski seorang muslim baginya disajikan makanan daging babi, sosis daging babi yang sudah dikukus, atau daging paha babi yang sudah diasinkan. Penjaga tidak memberinya izin untuk membuat permohonan resmi agar mendapat makanan halal. Satu-satunya kegembiraannya baginya dalam sel itu adalah ketika mendapatan satu Alquran terjemahan Inggris-Arab dari seorang perwira berpangkat letnan kolonel.
James Yee bersama istri foto
Pada bagian sepuluh diberi judul “Terluka Dalam Perang Melawan Teror” bagian ini diawali dengan sebuah kabar baik bagi Kapten James Yee dari pengacara militernya, Mayor Scot Sikes yang memberitahunya bahwa istri dan anaknya sudah sampai di rumah dengan selamat, serta sebuah artikel dari surat kabar New York Daily News yang memberitakan bahwa ia tidak akan dituntut atas tuduhan mata-mata, menyebar fitnah, atau membantu pihak musuh. Sejak itu titik terang bagi kasus yang didakwakan padanya mulai muncul, tapi karir militer Kapten James Yee sudah terlalu hancur.
Inti dari buku ini ada pada bagian kesebelas yang berjudul “Amerika Serikat Vs Kapten James Yee” bagian ini diawali dengan kabar dari pengacaranya Mayor Siker bahwa ada empat tuduhan baru yang telah didaftarkan dalam kasusnya, yakni selain dua tuduhan awal tentang kesalahan menangani dokumen rahasia, ia juga didakwa dengan pasal perzinaan yang dianggap sebagai pelanggaran kriminal di militer Amerika Serikat, dua tuduhan lainnya berupa pelanggaran karena menggunakan komputer pemerintah untuk mengakses situs-situs pornografi, serta membuat pernyataan salah ketika melakukan dinas.
Pada bagian keduabelas yang berjudul “Ketidakadilan Militer” Kapten James Yee mengungkapkan berbagai ketidakadilan yang diterimanya baik selama ditahan di penjara Guantanamo maupun selama menjalani proses pemeriksaan hingga sidang di pengadilan.
Pada bagian terakhir yang merupakan bagian “Penutup” berisi persetujuan pengadilan tentang “naik banding” yang diajukan Kapten James Yee. Berbagai tuduhan terhadapnya kemudian tidak terbukti dan pengadilan menghapus semua tuduhan yang dijatuhkan padanya, penangkapan dan hukuman yang diterima Kapten James Yee juga dihapus dari catatan karir militernya. Kapten James Yee menilai persetujuan banding tersebut mendapat jaminan hanya karena samata-mata kasus yang dituduhkan kepadanya adalah sebuah kesalahan.
Membaca semua bagian buku itu kita menemukan fakta-fakta bahwa kisah nyata Kapten Jame Yee ini mengungkap sisi gelap perang terhadap terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan, yang menebar bahaya di mana-mana, dan mengakibatkan seorang patriot Amerika Serikat seperti Kapten James Yee diperlakukan bagai seorang musuh. Bukannya mendapat penghargaan atas jasa-jasanya Kapten James Yee malah dihukum. Reputasi Amerika Serikat sebagai negara hukum yang adil ikut tercoreng karena kasus tersebut.
Terhadap semua apa yang ditulis Kapten James Yee dalam buku ini, media sekelas The Associated Press menulis: “Buku ini sungguh bertenaga, mengungkap bagaimana ketakutan dan kebodohan dapat mengarah kepada pelecehan terhadap keadilan.”
Sebagai tambahan, untuk mengetahui informasi yang detail tentang Kapten James Yee dan berbagai referensi dari banyak buku dan media terkait dengannya, bisa dibaca di link ini https://en.wikipedia.org/wiki/James_Yee Di Indonesia buku ini juga dijual secara online di beberapa situs penjual buku seperti bukalapak dan Shopee Semoga bermanfaat.