Buku ini oleh penulisnya, Edwar Luttwak dikatakan sebagai buku pegangan praktis, buku petunjuk bagi mereka yang ingin melakukan kudeta.
Membaca buku ini kita diajak menelaah satu per satu secara urut, langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan dan melaksanakan penggulingan kekuasaan alias kudeta. Selain itu juga mengajari kita langkah-langkah apa yang harus dilakukan dan tindakan-tindakan yang mesti dilakukan setelah kudeta dilancarkan dan kekuasaan berhasil direbut.
Buku Coup d’Etat: A Practical Handbook versi bahasa Inggris sumber
Tapi dalam buku ini Edwar Luttwak juga menggarisbawahi bahwa sejarah mencatat “revolusi rakyat” hampir tidak pernah berhasil menggulingkan kekuasaan, kekuatan militer-lah yang paling sering berhasil melakukan kudeta sebuah pemerintahan.
Buku ini diterbitkan kembali pada tahun 1979 oleh Harvard University Press dengan judul Coup d’Etat: A Practical Handbook. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hartono Hadikusumo dan diterbitkan pada Juni 1999 oleh penerbit Bentang Budaya dengan judul: Kudeta, Teori dan Praktek Penggulingan Kekuasaan.
Walter Laqueue yang memberi pengantar edisi bahasa Inggris buku ini menilai bahwa, buku ini merupakan buku brilian yang ditulis oleh seorang penulis yang waktu itu masih sangat muda, dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1967. Ketika pertama kali diterbitkan buku ini mampu menarik perhatian luas, sehingga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa utama dunia.
Buku ini sampai sekarang masih menjadi bacaan menarik. Karena kudeta dan upaya-upaya terhadap penggulingan kekuasaan masih saja terjadi di berbagai belahan dunia. Edwar Luttwak melalui buku ini juga menghilangkan apa yang selama ini tabu untuk dibahas. Ia mengabaikan berbagai kritikan banyak pihak, dan menulis dengan lengkap teori dan teknik penggulingan kekuasaan.
Karena itu pula, buku ini bisa menjadi buku pegangan praktis, buku petunjuk bagi mereka yang ingin melakukan kudeta. Gaya penulisannya juga sangat menarik, karena penulisnya Edwar Luttwak memposisikan dirinya dan pembaca dengan sebutan “we” sebagai pihak yang sedang merencanakan kudeta.
Kudeta, Teori dan Praktek Penggulingan Kekuasaan versi bahasa Indonesia sumber
Dalam setiap bagian isi buku (bab) Edwar Luttwak juga memberikan studi-studi kasus dari peristiwa-peristiwa historis di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Ia juga membuat analisa dan penjelasan mengapa suatu kudeta berhasil dan mengapa kudeta lainnya gagal. Peristiwa kudeta Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) tahun 1965 yang gagal di Indonesia juga dibahas dalam buku ini.
Membaca buku ini kita seolah diajak oleh Edwar Luttwak untuk menganalisa mengapa pemimpin Ghana, Kwame N’krumah berhasil dikudeta. Ia mengulas bahwa N’krumah ternyata dikalahkan oleh suksesornya sendiri. Ghana yang merdeka berhasil membangun perekonomiannya, memunculkan kelas elit baru yang kemudian menjadi pengkritik terhapat pemerintah.
Pada bagian akhir buku ini Edwar Luttwak juga memuat lampiran-lampiran yang antara lain memuat daftar negara-negara yang pernah mengalami kudeta, baik yang berhasil maupun tidak. Dalam daftar tersebut, Edwar Luttwak memasukkan Indonesia sebagai negara yang mengalami empat kali percobaan kudeta, termasuk kudeta PKI tahun 1965.
Tapi Edwar Luttwak tidak memasukkan percobaan kudeta atau pemberontakan yang dilakukan oleh Angkatan Darat tanggal 17 Oktober 1952, ketika pasukan Kemal Idris menghadapkan mocong-mocong meriam ke Istana Presiden, padahal Jendral AH Nasution sendiri yang diduga keras terlibat, mengakui peristiwa tersebut sebagai setengah kudeta.
Meski zaman sudah berubah, dan penggulingan kekuasaan sudah jarang terjadi, karena rekasi dunia internasional terhadap pemerintah hasil kudeta sudah berubah, tapi buku ini isinya masih tetap menarik untuk dibaca dan dipelajari, terutama bagi warga sebuah negara yang sedang mengalami gejolak politik dan perebutan kekuasaan.
Edwar Luttwak Foto
Buku ini ditulis dalam lima bagian. Bagian pertama menjelas tentang apa itu kudeta, bagian kedua tentang kapan suatu kudeta bisa berhasil?, bagian ketiga strategi kudeta, bagian empat perencanaan kudeta, dan bagian lima tentang pelaksanaan kudeta.
Bagian lainnya dari lima bagian isi buku tersebut berisi lampiran dan tabel. Lampiran A berisi ekonomika penindasan, lampiran B tentang aspek-aspek taktis kudeta, dan lampiran C berisi tentang statistik.
Kemudian empat tabel setelah lampiran berisi tentang: pembangunan ekonomi dan kudeta 1945-1978, daftar kudeta dan percobaan kudeta 1945-1978, efesiensi kudeta 1945-1964, serta frekwensi kudeta. Selain itu pada bagian akhir buku ini juga dilengkapi dengan daftar gambar dari rangkain rencana dan pelaksanaan kudeta, hingga pembentukan pemerintahan alternative setelah kudeta berhasil dilaksanakan.
Yang tak kalah menarik adalah, ternyata Edwar Luttwak penulis buku ini bukan mahasiswa ilmu politik, tapi mahasiswa dari London School of Economic. Karena itu pula dalam buku kudeta ini juga dibahas masalah-masalah perekonomian negara-negara “dunia ketiga” sebagai penyebab munculnya kudeta.