Mau keliling dunia? Jadi relawan saja! | Want to travel around the world? Go Volunteer! 
Siapa sih yang tidak pernah mendengar kata relawan. Pasti semua sudah tahu atau bahkan punya pengalaman menjadi relawan. Mulai dari relawan kampus, sampai relawan profesional pada institusi atau organisasi yang lebih besar. Dari mulai relawan yang benar-benar tidak mendapatkan insentif apapun, sampai dengan relawan yang meskipun berstatus relawan, tetap mendapatkan tunjangan sebagai bentuk apresiasi. Apapun jenisnya, relawan adalah sebuah profesi yang sangat mulia.
Pada kesempatan ini, saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman bekerja sebagai relawan, pada sebuah organisasi badan dunia yang berada dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pengabdian saya sebagai relawan PBB di mulai pada pertengahan tahun 2013. Saat itu, saya berhasil menembus daftar kandidat yang akan di beri kesempatan untuk mengikuti serangkaian tes. Mulai dari pemeriksaan kesesuaian berkas, tes tulis, wawancara, sampai dengan tes kesehatan. Seluruh proses ini, memakan waktu minimal dua bulan, maksimal enam bulan. Tergantung pada birokrasi Negara yang di tuju. Beruntungnya saya, saat itu, Negara yang di tunjuk untuk tempat saya bertugas sebagai relawan, masuk ke dalam daftar Negara yang dapat dikunjungi dengan hanya membayar visa pada saat tiba di Negara tersebut.
Somalia adalah Negara pertama yang saya kunjungi sebagai relawan dalam misi perdamaian PBB. Negara yang terletak di Tanduk Afrika ini, berbatasan dengan Kenya, Djibouti, Teluk Aden, Yaman, Samudera Hindia dan Ethiopia. Negara ini dulunya juga pernah melewati fase kolonialisasi. Tak heran, jika sebagian warga negaranya fasih dalam bahasa inggris maupun itali. Negara ini juga terkenal dengan pemberontakan yang dilakukan oleh milisi Al-Shabab. Sejak pecah perang sipil pada tahun 2000, Somalia juga terkenal dengan bajak laut yang dengan kepiawaiannya sering sekali merampok kapal-kapal yang melintasi perairan Negara itu.
Misi kedua saya, masih sebagai relawan, saya ditugaskan disebuah Negara di Asia Selatan, yang berbatasan dengan Afghanistan, India dan Cina. Ya, Republik Islam Pakistan, Negara yang meng-klaim sebagai Switzerland-nya Asia Selatan ini sebenarnya sebuah Negara yang sangat indah namun terisolasi. Lagi-lagi dikarenakan oleh situasi keamanan yang tidak kondusif.
Nah, balik lagi ke judul tulisan saya, “Mau keliling dunia? Jadi relawan saja!”. Sejak menggeluti profesi sebagai relawan, saya telah mengunjungi 27 negara di empat benua. Jadi, tunggu apalagi?. Ayo, jadi relawan kelas dunia. Mengabdi, dapat bonus jalan-jalan.