Dimana-mana ada kesulitan. Tapi dibalik kesulitan atau bersama kesulitan selalu ada kemudahan yang menyertai dan begitu dekat. After a storm comes a calm.Sabar dan tawakkal adalah kuncinya.
Luar biasa manusia yang pikiran dan hatinya tertaut dengan paradigma Islam. Hampir tidak ada ruang untuk menjadi pribadi yang berputus asa, apalagi menjadi pribadi pengutuk keadaan, pengacau lingkungan, perusak kedamaian, dan penebar kebencian.
Sekalipun ditimpa kesulitan, perspektif Islam membimbing insan muslim memiliki keyakinan bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan, dan percaya bahwa satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.
By Unsplash
Untuk itu, setiap muslim akan mendidik dirinya menjadi hamba yang sabar dalam menghadapi kesulitan demi kesulitan berserta sabar pula dalam menunggu janji Allah bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan yang begitu dekat.
Bukan hanya sabar, seorang muslim juga menghiasi diri dengan tawakkal, percaya bahwa hanya Allah tempat bergantung segenap harapan, hanya Allah yang akan mencukupkan segenap keperluan hambanya.
Jika sudah demikian mengapa pula harus mengutuk diri sendiri karena belum bisa meraih kemudahan, dan mengapa pula harus mengutuk orang lain ketika hajat belum kesampaian.
Bukankah jika Allah mendekatkan kemudahan kepada kita maka segenap kesulitan akan sirna. Tiada sesuatu yang akan mampu menahan rezeki manakala ia telah Allah tetakan milik kita.
Ada saja jalan akan terbentang sekiranya pintu kesulitan sudah terangkat dari diri kita. Jika kita tidak ada ide untuk menulis, akan terbuka semua kemudahan untuk menjadi ide yang menarik hati orang lain.
Orang lain yang tiada online, akan online dan membaca postigan kita dan hatinya akan tergerak untuk memberi upvote. Sebaliknya, jika kesulitan masih menghampiri kita, meski ada postingan lebih menarik dari milik kawan sebantal, tetap saja akan lewat dari penglihatan, dan akhirnya tiada yang upvote sesuai harapan.
By Unsplash
Jika sudah didekati kemudahan, ada saja yang menghantar upvote bahkan bisa jadi dengan cara upvote melalui Steemauto. Atau, ada saja yang merekomendasi untuk diupvote oleh whale.
Indahnya Islam, sehingga kita tiada peluang untuk membangun permusuhan, menabur benih kebencian kepada orang lain, termasuk tidak pula tergoda untuk mengutuk diri sendiri.
Kita dianjurkan untuk terus berusaha, dan setelah berusaha secara maksimal maka untuk hasilnya kita dianjurkan berserah diri kepada Allah Sang Pemberi Rezeki.
Di mata Allah, tidak ada usaha yang sia-sia, apalagi jika usaha itu disertai doa, sabar dan tawakkal kepada Allah Swt. Jika pun Allah tidak memberi selalu dalam kesadaran berbaik sangka kepadaNya.
Siapa tahu, Allah memenuhi apa yang sesungguhnya kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Luar biasanya, bagi Muslim pemberian rezeki oleh Allah dipandang sebagai amanah, yang di dalam rezeki itu ada hak orang lain, ada kewajiban-kewajiban yang mesti ditunaikan, ada kebaikan-kebaikan yang bila diwujudkan maka bertambah-tambah pula kebaikan.
Maka, sungguh tiada jalan bagi muslim untuk marah, emosi, kalap, apalagi sampai mengamuk dan merusak, termasuk merusak diri sendiri. Hidup muslim meski sama dengan hidup manusia lainnya, ada keistimewaan dalam cara pandang dan cara berhidup, sehingga siapapun dari muslim adalah pemberi motivasi, pemberi jalan keluar, dan penyampai kedamaian, termasuk damai dalam menyampaikan masukan.
Indahnya berislam, lantas mengapa kita melepaskannya?! Mari kembali, masih ada waktu. Jangan malu, apalagi sampai gengsi, dan takut diejek oleh rekan yang lain, dan kuatir dicap tidak setia kawan, tidak ada solidaritas, dan cemen sekali karena sudah tidak kritis. Dalam Islam tiada jalan pulang terindah, kecuali jalan kembali ke cara pandang seorang muslim.
Ya Rabb, tetapkanlah pikiran dan hatiku pada cara pandang ini, dan aku berserah diri kepadaMu, siapa yang Engkau gerakkan untuk melihat, membaca, meresteem, dan memberi upvote postingan ini, semua karena izinMu. Tiada daya dan upayaku kecuali dengan kuasaMu.