RINDU KENTAL DALAM SECANGKIR KOPI
masih seperti yang dulu kutitipkan rindu pekat ini
pada secangkir kopi, aroma dendam mengepul kuhirup
bersama resah, masih lama lagi, malam belum lancip
tapi sudahlah, pulanglah, segera
ingat wajahnya menguning mengalahkan senja
dalam butiran kopi itu doa yang dulu sempat tertanam
jangan biarkan hanya mengental dalam dendammu
Bener Meriah, 2016