Hai semua pecinta steemit, kali ini saya akan berbagi langkah dan tahapan perencanaan balok dan kolom dengan sistem rangka pemikul momen khusus pada gedung majelis pendidikan daerah kota Banda Aceh..
Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh sebagai salah satu mitra pemerintah dan masyarakat di Provinsi Aceh dalam melahirkan kebijakan-kebijakan pendidikan yang rasional, aspiratif, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, yaitu terwujudnya masyarakat yang beriman dan bertaqwa, cerdas, maju serta berakhlak mulia.
Pada dasarnya Indonesia termasuk wilayah rawan gempa, karena memiliki banyak pengunungan berapi dan juga terletak di salah satu wilayah paling aktif secara geologis. Indonesia dibagi menjadi 6 wilayah gempa, yaitu wilayah gempa ringan pada (wilayah 1 dan 2), wilayah menengah pada (wilayah 3 dan 4), dan wilayah gempa khusus yaitu berada pada (wilayah 5 dan 6). Bedasarkan wilayah gempa yang telah di tentukan, Gedung MPD ini berada dalam wilayah gempa khusus yaitu wilayah 5, yang berlokasi di Jalan T. Nyak Arief NO. 221 Banda Aceh (Komplek Keistimewaan Aceh). Adapun gambar yang akan di rencanakan adalah sebagai berikut :
- Denah Lantai I
- Denah Lantai II
- Tampak Depan
- Tampak Samping
- Potongan A-A
- Potongan B-B
Disini saya akan menguraikan tahapan-tahapan perhitungan kontruksi.
Perencanaan Awal
Data yang diperlukan untuk perencanaan awal seperti data bangunan, pendimensian awal, dan mutu bahan yang akan digunakan.
Data Bangunan
Gedung yang direncanakan merupakan gedung kantor berlantai dua dengan tinggi kolom pada lantai I adalah 4 meter dan tinggi kolom lantai II adalah 5 meter. Panjang bangunan 24 meter dan lebar 18 meter.
Pendimensian Awal
Dimensi untuk balok berbentuk segiempat solid (rectangular). Ukuran ring balok 25/50 cm, balok lantai 30/55 cm, dan kolom digunakan ukuran 40/40 cm.
Mutu dan Bahan
Material yang digunakan adalah beton bertulang (concrete). Data material yang digunakan meliputi :
- perhitungan Gaya-gaya Dalam
Perhitungan gaya-gaya dalam menggunakan metode Takabeya. .
Perhitungan Tulangan
Perhitungan tulangan dilakukan secara manual yang didasarkan pada SNI 03-2847-2002 dan SNI 03-1726-2002.
Perhitungan Pembebanan
Beban yang ditinjau dalam perencanaan gedung ini meliputi beban vertikal, beban gempa. Sistem perhitungan pembebanan dilakukan bedasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983.
Hasil perhitungan
- Perhitungan Portal Akibat Beban Vertikal
- Pembebanan
- Perhitungan momen primer dan momen ikat
- Siklus Perataan Momen
- Perhitungan Momen Akhir
- Perhitungan Momen Maksimum dan Gaya Lintang
Hasil perhitungan :
Kolom 40/40 cm diperoleh 8 tulangan ulir diameter 16 untuk tulangan pokok, sedangkan untuk tulangan geser diameter 10 tulangan polos.
Balok 30/55 cm diperoleh 8 tulangan ulir diameter 16 untuk tulangan pokok, sedangkan untuk tulangan geser diameter 8 tulangan polos.
Dari hasil perhitungan yang didapat telah memenuhi persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SPRMK) untuk wilayah gempa 5 dan 6 (Khusus).